Tablet murah di kelas 1 jutaan kini tidak lagi hadir sebagai perangkat pasif untuk menonton video atau membuka aplikasi ringan. Sejumlah model terbaru mulai membawa fitur AI, layar lebih lega, baterai besar, hingga koneksi seluler yang membuat fungsinya terasa jauh lebih lengkap.
Perubahan ini penting bagi pengguna yang butuh perangkat tambahan untuk sekolah, kerja ringan, atau hiburan harian. Di segmen ini, persaingan tidak hanya datang dari Samsung, tetapi juga Motorola, Redmi, Honor, itel, Advan, sampai INOI.
Samsung Galaxy Tab A11 membawa AI ke kelas entry-level
Samsung Galaxy Tab A11 menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian karena sudah membawa fitur AI di kelas murah. Salah satu kemampuan utamanya adalah bantuan menyelesaikan soal matematika lewat Samsung Notes.
Pengguna cukup menulis soal dengan tangan, lalu sistem akan mengenali dan membantu memberi jawaban. Di kelas entry-level, fitur seperti ini biasanya baru muncul di perangkat yang lebih mahal.
Tablet ini memakai layar 8,7 inci dengan refresh rate 90 Hz. Untuk hiburan, Samsung juga menyematkan dukungan Dolby Atmos, sementara performa hariannya ditopang chipset MediaTek Helio G99.
Tablet belajar dan keluarga ikut dibekali kecerdasan buatan
itel VistaTab 11 diarahkan untuk pengguna yang membutuhkan tablet pendidikan. Perangkat ini membawa fitur edukasi berbasis AI yang bisa membaca teks dari buku fisik lewat kamera.
Selain itu, tablet ini dapat membantu mengoreksi jawaban matematika dan menerjemahkan berbagai bahasa. Layarnya berukuran 10,1 inci dan baterainya 6.000 mAh, lengkap dengan kontrol orang tua untuk penggunaan yang lebih aman bagi anak.
Fitur-fitur tersebut membuat itel VistaTab 11 terasa relevan untuk kegiatan belajar di rumah maupun sekolah. Fokusnya jelas, yaitu membantu proses belajar tanpa membuat perangkat terasa rumit.
Hiburan dan mobilitas tetap punya tempat
Motorola Moto Pad 60 Lite menyasar pengguna yang ingin pengalaman hiburan lebih nyaman. Tablet ini menawarkan layar 10,1 inci beresolusi Full HD yang cocok untuk menonton film atau menikmati konten digital.
Sektor audio juga menjadi nilai jual utama karena perangkat ini sudah mendukung Dolby Atmos dengan speaker stereo. Motorola menambahkan fitur Smart Connect yang memungkinkan tablet terhubung dengan smartphone dan komputer.
Di sisi lain, Redmi Pad SE 8.7 hadir sebagai opsi bagi pengguna yang memprioritaskan mobilitas. Bobotnya yang ringan membuat perangkat ini mudah dibawa dan nyaman dipakai dalam waktu lama.
Tablet ini memakai layar 8,7 inci dengan refresh rate 90 Hz dan baterai 6.650 mAh. Redmi juga membekalinya dengan sertifikasi perlindungan terhadap debu dan percikan air ringan.
Daya tahan baterai dan multitasking ikut bersaing
Honor Pad X7 hadir dengan baterai 7.020 mAh, salah satu yang terbesar di kelasnya. Kapasitas ini membuat tablet tersebut menarik untuk pengguna yang sering bepergian dan membutuhkan daya tahan lebih panjang.
Layarnya berukuran 8,7 inci dan sudah memiliki fitur perlindungan mata. Untuk kebutuhan kerja ringan, Honor juga menambahkan Split Screen agar dua aplikasi bisa berjalan bersamaan.
Konektivitas mandiri jadi keunggulan tersendiri
Advan Tab VX Neo menunjukkan bahwa tablet lokal juga punya tempat di pasar murah. Keunggulan utamanya ada pada dukungan dua kartu SIM dengan koneksi 4G LTE, sehingga perangkat tidak selalu bergantung pada WiFi.
Dengan layar 10,1 inci dan penyimpanan yang bisa diperluas, tablet ini cocok untuk belajar maupun bisnis kecil. Sementara itu, INOI Tab 2 menawarkan layar 10,1 inci, dukungan 4G LTE, fitur GPS, RAM 4 GB, dan slot microSD.
INOI juga memberi nilai tambah lewat masa garansi yang lebih panjang dibanding tablet lain di kelasnya. Kombinasi itu membuat INOI Tab 2 tetap menarik bagi pengguna yang mencari tablet sederhana dengan koneksi mandiri.
Persaingan tablet harga 1 jutaan pada 2026 terasa semakin padat, dan pilihan kini jauh lebih beragam. Pengguna bisa memilih sesuai kebutuhan, mulai dari fitur AI, tablet belajar, layar besar untuk hiburan, hingga perangkat yang tetap aktif tanpa WiFi.






