Infinix kembali menunjukkan agresivitasnya di pasar HP murah dengan membawa spesifikasi yang terasa lebih tinggi dari harga jualnya. Dari Rp1 jutaan sampai Rp3 jutaan, lini yang ditawarkan mencakup kebutuhan harian, layar cepat, baterai besar, sampai paket yang memang diarahkan ke gaming.
Menariknya, tiap model di kelas ini punya fokus yang berbeda. Ada yang cocok untuk pengguna hemat, ada yang lebih pas untuk performa stabil, dan ada juga yang dibangun khusus untuk bermain gim dengan serius.
Hot 40i, opsi paling terjangkau dengan memori lega
Infinix Hot 40i menjadi pintu masuk paling murah di daftar ini. Ponsel ini membawa RAM 8GB dan penyimpanan internal 256GB, kapasitas yang tergolong besar untuk kelas harganya.
Layar IPS LCD 90Hz membuat pengalaman harian terasa lebih nyaman untuk media sosial, streaming video, dan game ringan. Baterai 5.000mAh juga memberi bekal yang cukup aman untuk dipakai seharian penuh.
Hot 40 Pro, naik kelas dengan performa yang lebih stabil
Di level Rp2 jutaan, Infinix Hot 40 Pro menawarkan paket yang lebih seimbang. Chipset MediaTek Helio G99 menjadi andalannya karena dikenal efisien dan stabil untuk penggunaan harian maupun hiburan.
Perangkat ini juga dibekali kamera utama 108MP dan layar Full HD+ 120Hz. Kombinasi tersebut membuat tampilan terasa lebih mulus saat bermain gim atau menonton konten multimedia.
Hot 50 Pro+, desain lebih premium di kelas menengah
Infinix Hot 50 Pro+ hadir dengan bodi yang lebih tipis dan ringan dibanding generasi sebelumnya. Karakter ini membuatnya lebih nyaman digunakan dalam durasi panjang.
Layarnya sudah memakai panel AMOLED 120Hz yang menampilkan warna lebih hidup dan kontras lebih tajam. Dengan RAM besar dan penyimpanan lega, ponsel ini terasa responsif untuk kebutuhan harian.
Hot 60 Pro, layar 144Hz dan isi daya lebih cepat
Infinix Hot 60 Pro menonjol lewat layar AMOLED 144Hz, spesifikasi yang masih jarang ditemui di kelas harga menengah. Efeknya, navigasi terasa sangat mulus dan pengalaman bermain gim ikut diuntungkan.
Ponsel ini membawa baterai 5.160mAh serta pengisian cepat 45W. Kombinasi tersebut mempersingkat waktu isi daya tanpa mengorbankan daya tahan pakai.
Note 40 Pro 5G, pilihan untuk yang mengejar konektivitas terbaru
Bagi pengguna yang membutuhkan jaringan generasi baru, Infinix Note 40 Pro 5G menjadi opsi yang layak dilihat. Selain mendukung 5G, perangkat ini membawa kamera 108MP dengan teknologi stabilisasi optik atau OIS.
OIS membantu hasil foto dan video tetap lebih stabil dalam berbagai kondisi. Fitur ini membuatnya punya nilai tambah di tengah persaingan ponsel kelas menengah yang makin padat.
GT 20 Pro, seri gaming dengan karakter paling jelas
Seri GT memang ditujukan untuk gaming, dan Infinix GT 20 Pro memperlihatkan arah itu dengan tegas. Desain futuristik dan lampu RGB di bagian belakang memberi identitas yang berbeda dari lini Hot dan Note.
Chipset Dimensity 8200 Ultimate menjadi daya tarik utamanya karena sanggup menjalankan berbagai game populer dengan pengaturan grafis tinggi. Fitur bypass charging juga membantu menjaga suhu perangkat tetap stabil saat bermain sambil mengisi daya.
GT 30 Pro, kandidat paling menarik di kelas Rp3 jutaan
Infinix GT 30 Pro muncul sebagai model yang paling kuat untuk pengguna yang mencari nilai terbaik di kelas gaming. Perangkat ini memakai chipset Dimensity 8350 Ultimate dan memori UFS 4.0, sehingga loading aplikasi dan game terasa lebih cepat.
Layar AMOLED 144Hz, speaker hasil kolaborasi JBL, dan fitur Bypass Charging 2 membuat paketnya semakin lengkap. Di kelas harga Rp3 jutaan, kombinasi ini menjadikannya salah satu HP gaming paling menarik dari Infinix.
Jika kebutuhan utamanya masih harian, seri Hot sudah memberi spesifikasi yang cukup meyakinkan. Tetapi untuk pengguna yang ingin pengalaman gaming lebih serius, seri GT jelas menawarkan ruang gerak yang lebih besar.
Dengan rentang harga mulai Rp1 jutaan sampai Rp3 jutaan, Infinix menampilkan strategi yang agresif untuk menjangkau banyak segmen pengguna. Di kelas ini, spesifikasinya terasa kompetitif dan beberapa modelnya memang sulit dipercaya jika hanya melihat banderolnya.






