T-Mobile akhirnya menutup satu era paling tua di jaringan selulernya. Operator itu menetapkan 3 Agustus sebagai tanggal penghentian jaringan 2G di Amerika Serikat.
Keputusan ini membuat T-Mobile menjadi operator besar terakhir di AS yang masih mengoperasikan 2G. AT&T sudah menutup 2G pada 2017, sementara Verizon menyusul pada 2020.
Transisi panjang untuk perangkat lawas
Penutupan ini tidak muncul tiba-tiba. Selama beberapa tahun, T-Mobile tetap mempertahankan 2G agar pelanggan dan mitra punya waktu lebih panjang untuk memigrasikan perangkat lama ke teknologi yang lebih baru.
Menurut juru bicara T-Mobile, operator lain sudah menutup jaringan GSM mereka lebih awal. Di sisi lain, T-Mobile memilih memberi ruang transisi yang lebih panjang sebelum benar-benar mematikan layanan itu.
Salah satu alasan 2G bertahan lebih lama adalah kebutuhan roaming internasional. Sebagian pelanggan yang datang ke AS masih belum mengaktifkan VoLTE, sehingga mereka bergantung pada panggilan suara circuit-switched yang berjalan di atas jaringan 2G.
Selama dua setengah tahun terakhir, T-Mobile menyatakan telah bekerja dengan mitra roaming di berbagai negara untuk mengatasi persoalan itu. Perusahaan menyebut situasinya kini sudah aman untuk penghentian layanan.
Dampak bagi pengguna dan mitra
T-Mobile mengatakan tidak ada pihak yang akan kehilangan layanan, baik untuk suara maupun data, setelah jaringan 2G dimatikan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa proses transisi lintas negara sudah dianggap cukup matang.
Bagi pengguna biasa, dampaknya kemungkinan kecil selama perangkat sudah mendukung teknologi yang lebih baru. Namun perangkat lama dan solusi yang masih bergantung pada GSM atau panggilan suara lama akan terdorong untuk segera bermigrasi.
Hal yang sama berlaku untuk mitra yang sebelumnya masih memanfaatkan 2G untuk skenario tertentu. Setelah 3 Agustus, dukungan tersebut tidak lagi tersedia di jaringan T-Mobile.
Langkah lanjutan dalam penyederhanaan jaringan
Penutupan 2G juga sejalan dengan restrukturisasi jaringan T-Mobile setelah akuisisi Sprint pada 2020. Pada 2022, T-Mobile turut mematikan jaringan LTE milik Sprint sebagai bagian dari integrasi dan penataan ulang infrastrukturnya.
Selain itu, T-Mobile sudah menutup jaringan 3G pada 2022. Karena itu, 2G memang menjadi salah satu elemen lama terakhir yang masih aktif di jaringannya.
Di pasar Amerika Serikat, era 2G sebenarnya sudah lama bergeser dari jaringan utama menjadi layanan transisi. Dengan batas waktu yang kini sudah pasti, perhatian beralih ke sisa perangkat dan pengguna yang belum sepenuhnya meninggalkan teknologi lama tersebut.
Setelah 3 Agustus, T-Mobile tidak lagi menjadi tempat bertahannya jaringan 2G di antara operator besar Amerika Serikat.
Source: www.gsmarena.com






