Kemenkomdigi Gandeng Meta Bentuk Tim Khusus, Spam Judol di Medsos Makin Serius

Pemerintah memperkeras langkah melawan promosi judi online yang terus menyusup ke media sosial. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) kini menggandeng Meta untuk membentuk tim khusus yang fokus menangani spam komentar bermuatan judol.

Langkah ini muncul karena pola serangan di ruang digital dinilai makin luas dan terorganisir. Tim yang dibentuk tidak hanya akan bekerja dengan Meta, tetapi juga diperluas bersama platform lain serta lembaga penegak dan pengawas agar penanganannya tidak terputus di satu titik.

Serangan Spam Naik dan Menyasar Banyak Platform

Kemenkomdigi mencatat lonjakan penyebaran spam komentar yang mempromosikan judol hingga 128%. Polanya juga berubah, karena pelaku tidak lagi bertumpu pada satu platform dan bergerak serentak di berbagai media sosial.

Data Kemenkomdigi menunjukkan TikTok menjadi platform yang paling banyak terdampak dengan porsi 35%. Facebook menyusul 28%, lalu Instagram 22%, YouTube 10%, dan X sebesar 5%.

PlatformPorsi Spam Komentar Judol
TikTok35%
Facebook28%
Instagram22%
YouTube10%
X5%

Pola ini membuat penanganan di satu platform saja tidak lagi cukup efektif. Para pelaku memanfaatkan jangkauan besar media sosial untuk menyebarkan promosi secara masif dan cepat berpindah sasaran.

Akun Berengagement Tinggi Jadi Sasaran Utama

Temuan Kemenkomdigi juga menunjukkan target spam berubah ke akun yang punya interaksi tinggi dengan audiens. Sebanyak 52% spam komentar diarahkan ke akun influencer daerah.

Sisanya menyasar akun instansi pemerintah sebesar 31%, media massa 12%, dan tokoh publik maupun politisi 5%. Akun resmi pemerintah dan tokoh publik dinilai lebih sulit diblokir, sehingga dimanfaatkan pelaku untuk memperbesar peluang komentar mereka terlihat luas.

SasaranPorsi
Influencer daerah52%
Instansi pemerintah31%
Media massa12%
Tokoh publik/politisi5%

Meutya Hafid menilai pola ini menunjukkan promosi judol tidak lagi bergerak acak. Pelaku memilih akun yang punya jangkauan luas dan engagement tinggi agar spam mereka cepat menyebar ke banyak pengguna.

Bot Mempercepat Serangan Otomatis

Kemenkomdigi mengungkap serangan spam itu dijalankan dengan sistem otomatis atau bot. Teknologi ini memantau aktivitas media sosial secara real time dan mendeteksi akun yang sedang mengalami lonjakan interaksi.

Setelah itu, bot mengirim ribuan komentar promosi judol dalam waktu bersamaan di berbagai platform. Cara ini membuat penyebaran berlangsung terstruktur, cepat, dan sulit ditangani jika hanya mengandalkan moderasi manual.

Karena itulah pemerintah memperluas koordinasi lintas lembaga. Fokusnya bukan hanya memutus konten, tetapi juga menelusuri jaringan dan aliran aktivitas yang mendukung penyebaran promosi tersebut.

Koordinasi Diperluas ke Polisi, PPATK, OJK, dan BSSN

Dalam pertemuan dengan perwakilan Meta Asia Tenggara Syarim Aziz dan perwakilan Meta Indonesia Bernie, Meutya Hafid menyebut tim bersama itu juga akan melibatkan platform lain, kepolisian, PPATK, dan OJK. Kemenkomdigi juga sudah berkoordinasi dengan BSSN untuk memperkuat penanganan.

Temuan resmi dari pemantauan media sosial akan diserahkan kepada lembaga terkait untuk mendukung proses penegakan hukum. Dengan keterlibatan banyak pihak, pemerintah menargetkan penanganan yang lebih menyeluruh terhadap spam komentar yang terus berkembang dalam bentuk dan sasaran berbeda.

Source: www.beritasatu.com

Terkait