Swiss Diunggulkan di Doha, Qatar Dihadapkan Start Pahit di Grup B

Author: Cung Media

Switzerland datang ke laga pembuka Grup B dengan status favorit yang sangat jelas, sementara Qatar harus menghadapi tekanan besar sejak awal. Data Opta supercomputer menempatkan Swiss sebagai pemenang dalam 76,0 persen dari 25.000 simulasi, sedangkan peluang Qatar hanya 9,1 persen.

Situasi itu membuat duel di San Francisco Bay Area Stadium, Santa Clara, California, terasa sangat berat bagi Qatar. Bagi tim tuan rumah Piala Dunia 2022 itu, pertandingan ini juga menjadi kesempatan untuk mengubah cerita setelah penampilan mereka di panggung besar masih menyisakan banyak tanda tanya.

Qatar datang dengan beban hasil lama

Qatar akan memulai perjalanan di Grup B bersama Bosnia-Herzegovina dan Kanada, dengan modal lolos sebagai juara grup kualifikasi terakhir. Mereka memastikan posisi teratas itu setelah mengalahkan Uni Emirat Arab, namun capaian di turnamen besar belum sejalan dengan kemajuan tersebut.

Pada penampilan Piala Dunia sebelumnya, Qatar finis di dasar klasemen grup. Mereka kalah dalam tiga laga, kebobolan tujuh gol, dan hanya mencetak satu gol.

Meski begitu, ada alasan untuk tetap memberi perhatian pada lini depan mereka. Almoez Ali mencetak 12 gol dalam 16 laga dari dua babak kualifikasi, menjadi pencetak gol terbanyak AFC untuk turnamen ini.

Akram Afif juga tampil menonjol dengan 11 assist dari 16 penampilan. Enam assist di antaranya lahir dari situasi bola mati, dan total 15 kontribusi golnya hanya kalah dari Mehdi Taremi di antara pemain Asia yang lolos ke turnamen ini.

Swiss lebih stabil, dan punya rekam jejak yang lebih meyakinkan

Switzerland menjuarai Grup B kualifikasi UEFA dengan empat kemenangan dan dua hasil imbang. Mereka menjaga catatan tak pernah tertinggal dalam satu pun laga kualifikasi, sesuatu yang menunjukkan konsistensi sejak awal hingga akhir.

Dua hasil seri itu terjadi saat mereka bertandang ke Slovenia dan Kosovo. Breel Embolo menjadi top skor Grup B dan kembali masuk sorotan sebagai salah satu tumpuan utama Murat Yakin di lini serang.

Embolo juga datang dengan reputasi kuat dari turnamen besar. Ia menjadi satu dari lima pemain yang mencetak lebih dari satu gol di Piala Dunia 2022 dan Euro 2024, bersama Harry Kane, Kai Havertz, Niclas Füllkrug, dan Cody Gakpo.

Swiss juga memiliki catatan yang lebih konsisten di Piala Dunia. Mereka tak kalah dalam enam laga pembuka terakhir, sejak tumbang 5-0 dari Jerman Barat pada 1966, dan kini menempati peringkat 19 dunia, 37 posisi di atas Qatar.

Riwayat pertemuan memberi celah kecil untuk Qatar

Secara sejarah, pertemuan kedua tim sangat jarang. Satu-satunya duel sebelumnya terjadi pada laga uji coba November 2018, ketika Qatar menang 1-0 di Lugano lewat gol Akram Afif pada menit ke-86.

Dari skuad Qatar yang tampil saat itu, masih ada sembilan pemain yang kembali masuk daftar untuk Piala Dunia ini. Di kubu Swiss, ada tujuh pemain yang masih bertahan dari laga tersebut, termasuk kapten Granit Xhaka dan Remo Freuler.

Catatan itu memberi sedikit harapan bagi Qatar untuk kembali membuat lawan yang lebih kuat kesulitan. Namun, performa terkini dan data simulasi tetap menempatkan Swiss sebagai tim yang lebih aman untuk membuka langkah di Grup B.

Momentum kedua tim tidak sepenuhnya serupa

Qatar juga membawa masalah produktivitas yang masih mengganggu. Mereka gagal mencetak gol dalam 373 menit terakhir di semua ajang, termasuk kekalahan 1-0 dari Republik Irlandia dan hasil imbang tanpa gol kontra El Salvador pada laga uji coba pra-Piala Dunia.

Swiss memang tidak sempurna, tetapi tetap terlihat lebih stabil daripada lawannya. Setelah laju kuat pada 2025, mereka membuka 2026 dengan kekalahan 4-3 dari Jerman, lalu bermain imbang melawan Norwegia dan Australia, di sela kemenangan 4-1 atas Yordania.

Dan Ndoye juga memberi opsi tambahan karena mencetak gol dalam tiga laga itu, termasuk saat membuka skor melawan Australia di San Diego. Selain Embolo, Murat Yakin masih memiliki Joël Monteiro dan Christian Fassnacht sebagai pilihan serangan dari Young Boys.

Dengan latar seperti itu, Qatar harus berusaha keras agar laga pembuka tidak berubah menjadi start pahit. Swiss datang dengan modal yang jauh lebih meyakinkan, tetapi sejarah singkat pertemuan mereka menunjukkan bahwa Qatar setidaknya pernah tahu cara mengganggu favorit.

Source: theanalyst.com
Terbaru