BYD Seal 2026 Terlihat Mewah, Tapi 4 Catatan Ini Bisa Ganggu Nyaman Harian

Author: Cung Media

BYD Seal 2026 memang tampil meyakinkan sebagai sedan listrik premium. Namun, di balik desain dan teknologinya yang modern, ada empat catatan praktis yang bisa terasa langsung saat mobil dipakai setiap hari.

Bagi calon pembeli di Indonesia, justru sisi penggunaan harian ini yang perlu diperhatikan. Mobil yang tampak mewah belum tentu sepenuhnya nyaman ketika menghadapi jalan bergelombang, cuaca panas, atau kebiasaan berkendara yang serba cepat.

Ground Clearance Rendah Jadi Poin Paling Sensitif

Salah satu kekurangan yang paling mudah dirasakan ada pada ground clearance 120 mm. Angka ini membuat BYD Seal 2026 lebih rentan gasruk saat melewati polisi tidur tinggi, jalan berlubang, atau ramp parkiran yang curam.

Bodi yang rendah memang membantu aerodinamika dan stabilitas di kecepatan tinggi. Tetapi pada kondisi jalan perkotaan yang tidak selalu mulus, kompromi itu bisa berubah menjadi gangguan kenyamanan.

Sunroof Besar, Tapi Tanpa Tirai Elektrik

Panoramic sunroof berukuran besar menjadi salah satu daya tarik utama kabin. Elemen ini membuat ruang terasa lapang dan memberi kesan mewah yang kuat dari dalam mobil.

Masalahnya, atap kaca itu belum didukung tirai penutup otomatis bertenaga elektrik. Di iklim tropis, absennya electric roller blind bisa terasa kurang praktis karena pemilik harus memasang tirai manual model puzzle jika ingin membantu menahan panas kabin.

Kontrol AC Terlalu Bergantung ke Layar

BYD juga membawa pendekatan minimalis dengan memusatkan hampir semua kontrol kendaraan ke layar sentuh besar. Tampilan ini memang modern, tetapi tidak selalu ramah untuk fitur yang sering dipakai saat berkendara.

Salah satu yang paling disorot adalah pengaturan arah semburan kisi AC. Fungsi dasar ini tidak memiliki tombol fisik khusus, sehingga pengemudi harus masuk ke beberapa sub-menu pada layar infotainment untuk mengubah arah hembusan.

Dalam penggunaan harian, mekanisme seperti ini terasa kurang intuitif. Selain memakan waktu lebih lama, cara tersebut juga berpotensi mengganggu fokus saat mobil sedang melaju.

Fast Charging Masih Mumpuni, Tapi Mulai Tertinggal

Dari sisi pengisian daya, BYD Seal 2026 dibekali fast charging DC hingga 150 kW. Klaimnya, baterai bisa terisi dari 10% ke 80% dalam 37 menit.

Angka itu masih tergolong kompetitif untuk banyak pengguna EV. Hanya saja, di tengah perkembangan mobil listrik yang makin cepat, spesifikasi tersebut mulai terasa tertinggal dibanding sejumlah rival di kelas yang sama.

Beberapa kompetitor sudah memakai arsitektur kelistrikan lebih tinggi dan sanggup menembus kecepatan pengisian 200 kW hingga 350 kW. Bagi pengguna yang sering bepergian jauh dan sangat bergantung pada charging cepat, selisih waktu ini bisa jadi pertimbangan penting.

Secara keseluruhan, BYD Seal 2026 tetap menawarkan paket sedan listrik yang menarik. Namun, empat catatan tadi menunjukkan bahwa mobil ini meminta kompromi pada area yang justru paling dekat dengan pengalaman berkendara sehari-hari.

Terbaru