Surf Scoter, Bebek Laut yang Rela Kehilangan Terbang Demi Ganti Bulu

Author: Cung Media

Surf scoter punya kebiasaan yang tidak lazim bagi burung laut. Setelah musim mengasuh anak selesai, ia rela kehilangan kemampuan terbang sementara hanya untuk merontokkan bulu terbang utamanya.

Perilaku ekstrem itu membuat bebek laut ini menonjol di antara unggas pesisir lain. Di saat banyak burung fokus bertahan di udara, surf scoter justru memilih teluk yang aman agar bisa ganti bulu tanpa terganggu ombak dan predator.

Penampilan yang mudah dikenali

Surf scoter atau Melanitta perspicillata hidup di perairan pesisir Amerika Utara yang berombak kuat. Jantan dewasanya punya kontras hitam-putih di kepala dan paruh besar berwarna oranye yang melandai.

Corak itu membuatnya dijuluki “old skunkhead” karena warna tubuhnya mengingatkan pada sigung. Betinanya lebih redup, dengan dominasi cokelat tua yang membuatnya tampak jauh lebih samar.

Hidup dekat ombak dan pandai menyelam

Di musim dingin, surf scoter kerap terlihat berenang berdekatan di sepanjang garis pantai. Mereka juga terkenal cekatan menembus gulungan ombak dengan penyelaman cepat tepat sebelum ombak pecah.

Kebiasaan itu bukan sekadar kebetulan, melainkan bentuk adaptasi terhadap habitat pesisir yang keras. Saat menyelam, burung ini membuka sebagian sayap untuk menjaga arah, lalu mengandalkan kaki berselaput yang lebar sebagai tenaga utama.

Migrasi khusus untuk ganti bulu

Surf scoter termasuk molt migrants, yaitu unggas air yang melakukan perpindahan musiman khusus untuk merontokkan bulu terbang. Setelah masa pengasuhan anak di wilayah utara selesai, burung dewasa bergerak ke perairan tertentu demi menjalani fase ini.

Selama proses tersebut, kemampuan terbang mereka hilang untuk sementara. Karena itu, kawasan yang terlindung seperti Alaska tenggara hingga Puget Sound di Washington menjadi tempat yang ideal untuk berkumpul dalam kelompok besar.

Sarang tersembunyi di utara

Di luar masa ganti bulu, surf scoter menuju habitat berkembang biak di danau air tawar wilayah hutan boreal dan tundra Arktik yang terbuka. Pasangan yang terbentuk sejak musim dingin kemudian mencari teritori darat yang aman.

Betina memikul tugas penuh memilih lokasi dan membangun sarang. Sarang biasanya diletakkan di atas tanah, di bawah dahan rendah atau di tengah rumpun rumput lebat, lalu dilapisi bulu halus untuk menghangatkan telur.

Pemburu kerang yang efisien

Kebutuhan energi harian mendorong surf scoter berburu dengan teknik khas. Mereka melompat ke depan secara instan sebelum menenggelamkan diri ke air.

Paruhnya yang tebal dan kokoh membantu mencabut kerang dari dasar perairan, lalu menelannya utuh. Teknik ini sangat cocok untuk memburu mollusks yang menempel di substrat, sementara kayuhan kaki berselaput membantu dorongan saat menyelam.

Populasi besar, tapi tetap tertekan

Secara global, populasi surf scoter diperkirakan berada di kisaran 600 ribu hingga 1 juta ekor. Penghitungannya tidak mudah karena sebarannya luas di wilayah taiga dan pantai maritim.

Meski berstatus risiko rendah, data terbatas menunjukkan populasinya bisa turun hingga 50 persen sejak era 1950-an. Ancaman utamanya mencakup hilangnya habitat, pencemaran lingkungan, dan eksploitasi berlebihan pada kerang sebagai pakan utama.

Upaya pemulihan kini berfokus pada pengawasan zat cemaran di laut dan pengelolaan kawasan berbiak dari gangguan manusia. Di tengah tekanan itu, surf scoter tetap menjadi contoh burung laut yang sangat bergantung pada pesisir, laut terbuka, dan tempat ganti bulu yang aman.

Source: www.idntimes.com
Terbaru