Karyawan Mobile World Diam-Diam Jual 28 iPhone, Uangnya Ludes di Bitcoin

Author: Cung Media

Kasus yang melibatkan seorang karyawan sistem Mobile World di Da Nang ini menjadi sorotan karena kerugian tidak berhenti pada pencurian ponsel saja. Uang hasil penjualan 84 unit ponsel itu disebut habis dipakai untuk Bitcoin dan judi online.

Kepolisian Kota Da Nang menahan sementara Tran Ba Truong, pria kelahiran 2001 yang berdomisili di Kelurahan Dien Ban, Kota Da Nang, untuk penyelidikan atas dugaan penipuan dan penggelapan harta benda. Ia diduga memanfaatkan akses internalnya sebagai karyawan untuk mengalirkan barang keluar dari toko secara bertahap.

Awal kasus bermula dari 28 iPhone baru

Penyidik menyebut pada 5 dan 6 Mei, Truong mengambil 28 iPhone yang baru dirilis lalu menjualnya diam-diam di luar sistem. Hasil penjualan itu kemudian dipakai untuk keperluan pribadi.

Dari titik itu, pola aksinya berkembang menjadi lebih rapi dan melibatkan karyawan lain di jaringan toko The Gioi Di Dong atau Mobile World. Cara yang dipakai membuat transaksi seolah-olah sah di sistem, padahal pembayaran tidak benar-benar berasal dari pelanggan.

Skema pembayaran palsu dan pencurian OTP

Truong menghubungi sejumlah karyawan lain dan memberi tahu mereka secara keliru bahwa ada pelanggan yang sedang bertransaksi. Setelah pesanan penjualan dibuat, ia meminta kode QR pada faktur dikirimkan kepada pelanggan untuk pembayaran.

Begitu kode QR diterima, Truong memakai akun penjualan perusahaan untuk memindainya sendiri. Saat akun penjualan mencapai batas transaksi, ia beralih dengan mencuri kode OTP dari karyawan lain untuk masuk ke akun pembayaran dan melanjutkan aksinya.

Dengan modus itu, penyidik mengaitkan Truong dengan pencurian tambahan sebanyak 56 ponsel dari berbagai toko Mobile World di Kota Da Nang. Jika digabungkan dengan 28 iPhone yang lebih dulu dijual, total ponsel yang terkait perkara ini mencapai 84 unit.

Uang penjualan habis untuk Bitcoin dan judi online

Seluruh uang dari penjualan 84 ponsel itu disebut tidak bertahan lama. Polisi menyatakan Truong menggunakan dana tersebut untuk berinvestasi dalam Bitcoin dan berjudi online, hingga akhirnya kehilangan semuanya.

Hingga saat ini, Unit Investigasi Kepolisian Kota Da Nang telah melacak dan menemukan tiga telepon seluler yang terkait dengan perkara tersebut. Pencarian barang bukti lain masih terus dilakukan untuk mengembalikannya kepada para korban.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana akses internal dan manipulasi transaksi dapat menimbulkan kerugian besar bagi jaringan ritel. Kepolisian Da Nang kini memperluas penyelidikan untuk menelusuri sisa barang dan memastikan aliran aset dalam perkara ini.

Terbaru