Surabaya Juara Umum Muaythai, Para Peraih Emas Langsung Dibidik ke Kejurnas Subang

Kejuaraan Muaythai Jawa Timur Seri II 2026 memperebutkan Piala Walikota Surabaya resmi berakhir dengan hasil Surabaya keluar sebagai juara umum. Penutupan ajang ini menegaskan bahwa pembinaan muaythai di Kota Pahlawan terus bergerak positif dan semakin siap bersaing di level yang lebih tinggi.

Ajang yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 itu juga berfungsi sebagai ruang ukur kemampuan bagi para atlet. Para petarung Surabaya tampil kompetitif dan menunjukkan kualitas yang dinilai membanggakan di atas ring.

Surabaya menunjukkan progres pembinaan

Kepala Bidang Olahraga Disbudporapar Surabaya, Indriatno Heryawan, memberi apresiasi atas dukungan banyak pihak yang membuat kejuaraan berjalan lancar. Ia menilai kualitas pertandingan tahun ini meningkat dan memperlihatkan perkembangan yang baik bagi atlet daerah.

Indri menegaskan bahwa penampilan atlet Surabaya menjadi salah satu sorotan utama. “Kejuaraan ini berlangsung sukses dan kompetitif. Atlet-atlet Surabaya menunjukkan performa yang membanggakan,” ujarnya.

Hasil tersebut juga dianggap menjadi sinyal positif bagi persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi dan agenda pembinaan berikutnya. Kejuaraan seperti ini memberi kesempatan sparing yang penting agar atlet bisa mengenali kekurangan dan memperbaiki aspek teknis mereka.

Ajang pembinaan sekaligus seleksi

Selain menjadi kompetisi, Liga Muaythai Jatim Seri II juga dipandang sebagai bagian dari proses pembinaan atlet. Kehadiran peserta dari berbagai daerah membuat atmosfer pertandingan lebih ketat dan memberi pengalaman bertanding yang lebih beragam bagi atlet Surabaya.

Indri menyebut pertandingan seperti ini membantu atlet mempersiapkan diri menghadapi Porprov 2027. Dengan lawan yang datang dari luar daerah, atlet bisa melihat level permainan yang perlu mereka capai agar tetap kompetitif.

Pemerintah Kota Surabaya juga menegaskan komitmen untuk terus mendukung atlet berprestasi. Dukungan itu disiapkan melalui pembinaan berkelanjutan dan beasiswa agar atlet bisa berkembang lebih jauh dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Emas Seri II dibawa ke Kejurnas Subang

Ketua Muaythai Indonesia Jawa Timur, Baso Juherman, turut mengapresiasi dukungan Pemkot Surabaya dalam penyelenggaraan Seri II ini. Ia menilai kejuaraan tersebut tidak hanya penting sebagai ajang pertandingan, tetapi juga sebagai bagian dari seleksi atlet menuju event yang lebih besar.

Baso menegaskan bahwa emas yang diraih di seri II akan dibawa ke Kejurnas di Subang pada bulan Agustus. “Event ini jadi bagian seleksi untuk berangkat ke Kejurnas di Subang pada bulan Agustus. Jadi emas yang ada di seri II ini akan kita bawa ke Kejurnas,” kata Baso.

Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa hasil di Surabaya punya dampak langsung terhadap langkah atlet Jawa Timur ke pentas nasional. Setiap capaian emas menjadi modal penting untuk memperkuat komposisi tim yang akan turun di Kejurnas.

Pembinaan daerah jadi fondasi utama

Baso juga menilai banyak atlet potensial baru muncul dari proses pembinaan di klub dan daerah. Kondisi itu menjadi modal penting bagi Jawa Timur untuk menjaga daya saing di tingkat nasional.

Perkembangan muaythai di Surabaya dan Jawa Timur disebut tidak lepas dari kerja bersama pemerintah, organisasi olahraga, dan klub pembinaan. Konsistensi latihan serta kompetisi menjadi faktor utama agar atlet terus berkembang dan tidak berhenti pada capaian lokal.

Liga Muaythai Jatim Seri II memperlihatkan bahwa jalur pembinaan itu berjalan ke arah yang positif. Para atlet tidak hanya mengejar gelar, tetapi juga menguji kesiapan sebelum naik ke level yang lebih menantang di Kejurnas dan Porprov.

Dengan Surabaya yang keluar sebagai juara umum dan para peraih emas bersiap menuju Kejurnas Subang, ajang ini kembali menegaskan posisi muaythai sebagai cabang yang terus tumbuh di Jawa Timur. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan pembinaan klub menjadi penopang utama bagi lahirnya petarung-petarung baru yang siap bersaing di level nasional.

Source: www.ngopibareng.id
Exit mobile version