Kemendagri memberi insentif hingga Rp3 miliar kepada pemerintah daerah yang dinilai berprestasi di regional Jawa-Bali. Skema ini menjadi penentu utama karena penghargaan tidak hanya memberi pengakuan, tetapi juga dukungan nyata bagi daerah yang mampu menunjukkan kinerja terbaik.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menilai pendekatan regional membuat persaingan lebih adil. Menurut dia, daerah kecil tidak selalu punya kapasitas fiskal setara dengan daerah besar, tetapi tetap bisa tampil unggul lewat kreativitas dan kinerja yang kuat.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali di Daerah Istimewa Yogyakarta. Program apresiasi ini dijalankan Kemendagri di enam regional, yakni Sumatera, Kalimantan, Maluku-Nusa Tenggara, Jawa-Bali, Sulawesi, dan Papua.
Tito juga menekankan bahwa penilaian regional membantu menampilkan capaian positif pemerintah daerah kepada masyarakat. Ia menilai masih banyak kepala daerah yang bekerja baik dan layak mendapat ruang apresiasi yang lebih luas.
Empat kategori kinerja
Penghargaan dibagi ke dalam empat kategori utama, yaitu penurunan tingkat pengangguran, creative financing, pengendalian inflasi, serta penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting. Setiap kategori memiliki peringkat I, II, dan III untuk tingkat kabupaten, kota, dan provinsi.
Kemendagri menyiapkan bantuan pemerintah sebagai bentuk apresiasi bagi para pemenang. Peringkat I menerima Rp3 miliar, peringkat II Rp2 miliar, dan peringkat III Rp1 miliar.
Daerah yang menonjol di Jawa-Bali
Pada kategori penurunan tingkat pengangguran tingkat kabupaten, Kabupaten Kulon Progo meraih Terbaik I. Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Jombang menyusul di posisi berikutnya.
Di tingkat kota untuk kategori yang sama, Kota Magelang berada di peringkat pertama. Kota Surakarta menempati posisi kedua dan Kota Denpasar berada di posisi ketiga.
Untuk tingkat provinsi pada kategori penurunan tingkat pengangguran, Provinsi Jawa Timur meraih Terbaik I. Provinsi DIY berada di Terbaik II.
Pada kategori creative financing tingkat kabupaten, Kabupaten Madiun menempati Terbaik I. Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gianyar masing-masing berada di Terbaik II dan Terbaik III.
Di tingkat kota untuk kategori creative financing, Kota Surabaya meraih Terbaik I. Kota Bogor dan Kota Semarang berada di posisi kedua dan ketiga.
Pada tingkat provinsi di kategori ini, Provinsi DKI Jakarta menempati Terbaik I. Provinsi Banten berada di Terbaik II.
Inflasi, kemiskinan, dan stunting
Di kategori pengendalian inflasi tingkat kabupaten, Kabupaten Garut meraih Terbaik I. Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Majalengka melengkapi posisi berikutnya.
Untuk tingkat kota pada kategori yang sama, Kota Cirebon berada di Terbaik I. Kota Sukabumi dan Kota Probolinggo menempati peringkat II dan III.
Pada tingkat provinsi di kategori pengendalian inflasi, Provinsi Bali meraih Terbaik I. Provinsi DIY dan Provinsi Jawa Tengah berada di posisi berikutnya.
Sementara itu, pada kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting tingkat kabupaten, Kabupaten Badung menempati Terbaik I. Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Tabanan berada di peringkat II dan III.
Di tingkat kota dalam kategori yang sama, Kota Denpasar meraih Terbaik I. Kota Surabaya dan Kota Tangerang Selatan melengkapi tiga besar.
Pada tingkat provinsi, Provinsi Bali kembali menempati Terbaik I. Provinsi Jawa Barat berada di Terbaik II.
Tito menyebut penghargaan ini akan terus berlanjut ke gelombang berikutnya di enam regional lain. Ia juga membuka peluang penambahan topik penilaian, seperti kota bersih atau pengelolaan layanan publik, agar apresiasi terhadap kinerja daerah tetap relevan.
Source: jatim.antaranews.com