Strawberry Moon 30 Juni 2026 Bisa Dilihat Sepanjang Malam, Ini Waktu Terbaiknya

Author: Cung Media

Fenomena strawberry moon akan kembali menghiasi langit malam pada 30 Juni 2026, dan puncaknya bisa diamati saat bulan purnama mencapai kecerahan 100 persen. Momen ini menjadi salah satu kesempatan paling mudah untuk melihat Bulan tanpa alat bantu.

Bagi yang ingin menyaksikannya, waktu terbaik ada setelah Bulan terbit pada malam hari hingga menjelang tengah malam. Pada rentang itu, posisi Bulan sudah lebih tinggi di cakrawala sehingga pengamatan biasanya terasa lebih nyaman jika langit gelap dan cuaca sedang mendukung.

Asal Nama yang Sering Disalahartikan

Banyak orang mengira strawberry moon berarti Bulan akan tampak merah muda atau menyerupai buah stroberi. Padahal, sebutan itu tidak berkaitan dengan perubahan warna atau bentuk Bulan sama sekali.

Mengutip The Old Farmer’s Almanac, nama strawberry moon berasal dari suku Algonquin di wilayah timur laut Amerika Utara. Istilah ini awalnya dipakai untuk menandai datangnya musim panen stroberi liar yang berlangsung pada bulan Juni.

Seiring waktu, nama tersebut meluas dan dipakai untuk menyebut bulan purnama di bulan Juni. Meski begitu, tiap daerah sebenarnya memiliki nama bulan purnama yang berbeda sesuai tradisi dan budaya setempat.

Kapan Bulan Terlihat Paling Jelas

Mengutip In-The-Sky, Bulan pada 30 Juni 2026 akan terbit sekitar pukul 18.09 WIB dan terbenam pada pukul 06.52 WIB keesokan harinya. Dengan rentang itu, strawberry moon dapat diamati hampir sepanjang malam selama cuaca tidak mengganggu.

Pengamatan juga tidak memerlukan teleskop karena Bulan tetap bisa dilihat dengan mata telanjang. Lokasi yang jauh dari cahaya perkotaan akan membantu tampilan Bulan terlihat lebih tegas saat purnama mencapai puncaknya.

Informasi Waktu Keterangan
Terbit Bulan 18.09 WIB 30 Juni 2026
Terbenam Bulan 06.52 WIB Keesokan harinya
Waktu pengamatan terbaik Setelah terbit hingga menjelang tengah malam Posisi Bulan lebih tinggi di cakrawala

Dampaknya bagi Bumi

Meski namanya khas, strawberry moon tidak memberi dampak berbeda dari bulan purnama biasa. Efek utamanya tetap berasal dari gaya gravitasi Bulan yang bekerja bersama gravitasi Matahari.

NASA menyebut kombinasi itu dapat memicu spring tide, yaitu kondisi ketika air laut mengalami pasang lebih tinggi dan surut lebih rendah dari biasanya. Karena itu, wilayah pesisir perlu lebih waspada jika kondisi tersebut berbarengan dengan cuaca buruk atau gelombang tinggi.

Cahaya bulan purnama yang lebih terang juga dapat memengaruhi perilaku sejumlah hewan. Live Science melaporkan bahwa beberapa hewan nokturnal dapat mengubah waktu berburu, mencari makan, atau menghindari predator saat cahaya Bulan lebih terang.

Dengan langit yang cerah dan polusi cahaya yang minim, momen ini bisa dinikmati tanpa alat bantu apa pun. Strawberry moon pun menjadi salah satu fenomena purnama yang paling mudah diamati sepanjang malam pada akhir Juni.

Source: www.idntimes.com
Terbaru