Tak semua negara berhenti pada satu bendera nasional. Di beberapa tempat, ada bendera lain yang dipakai untuk menandai wilayah, komunitas adat, fungsi militer, atau sejarah yang berbeda.
Fenomena ini membuat bendera tidak lagi sekadar simbol negara. Dalam banyak kasus, selembar kain justru menjadi penanda identitas yang sama pentingnya dengan bendera nasional itu sendiri.
Inggris Raya, dari simbol persatuan sampai bendera maritim
United Kingdom dikenal lewat Union Jack, bendera yang lahir dari gabungan Palang Merah St. George, Saltire putih St. Andrew, dan saltire merah St. Patrick. Di luar itu, negara ini juga memiliki bendera untuk Wilayah Seberang Laut Inggris, standar kerajaan, dan bendera militer.
Ada pula White Ensign untuk Angkatan Laut Kerajaan dan Red Ensign untuk kapal dagang. Keberadaan banyak bendera itu menunjukkan fungsi simbolik yang berbeda di dalam satu negara yang sama.
Amerika Serikat, satu bendera nasional dan banyak bendera negara bagian
Bendera Amerika Serikat memuat tujuh garis merah, enam garis putih, dan 50 bintang. Tiga belas koloni asli diwakili oleh garis, sedangkan bintang melambangkan 50 negara bagian.
Makna warnanya juga jelas, yaitu merah untuk ketabahan dan keberanian, putih untuk kemurnian dan kepolosan, serta biru untuk kewaspadaan, ketekunan, dan keadilan. Di samping bendera nasional, setiap negara bagian memiliki benderanya sendiri, begitu juga cabang-cabang militer Amerika Serikat.
Selandia Baru, warisan kolonial dan pengakuan atas identitas Māori
Bendera nasional Selandia Baru menampilkan latar biru, Union Jack di kiri atas, dan empat bintang di sisi kanan. Warna biru berasal dari panji Skuadron Biru Angkatan Laut Kerajaan, sementara Union Jack menandai asal-usul historisnya sebagai koloni dan wilayah kekuasaan Inggris.
Empat bintang itu menegaskan posisi Selandia Baru di Samudra Pasifik Selatan. Di sisi lain, bendera Māori dipakai untuk mencerminkan warisan adat bangsa dan dikibarkan saat Hari Waitangi serta acara budaya penting lainnya.
Kanada, Maple Leaf dan bendera provinsi yang berdiri sendiri
Kanada dikenal lewat bendera Maple Leaf yang diresmikan pada 1965. Bendera ini memakai warna merah, kotak putih, dan daun maple merah sebagai lambang nasional yang paling mudah dikenali.
Namun, masing-masing provinsi di Kanada juga memiliki bendera sendiri. Bendera provinsi mewakili sejarah dan identitas unik tiap wilayah, sehingga fungsinya berjalan berdampingan dengan bendera nasional.
Afrika Selatan, satu simbol persatuan di tengah keragaman regional
Bendera nasional Afrika Selatan diadopsi pada 1994. Desainnya memuat warna merah, putih, hijau, biru, kuning, dan hitam dengan bentuk Y di tengah yang dimaknai sebagai pertemuan berbagai elemen masyarakat Afrika Selatan.
Setiap warna membawa arti tersendiri, mulai dari pengorbanan, perdamaian, kesuburan tanah, emas atau kekayaan alam, penduduk asli, hingga langit dan kesempatan tak terbatas. Selain bendera nasional, Afrika Selatan juga memiliki banyak bendera regional yang boleh dikibarkan.
Spanyol, negara terdesentralisasi dengan bendera daerah
Bendera nasional Spanyol terdiri dari tiga garis horizontal, merah di atas, kuning di tengah, dan merah di bawah. Di bagian tengah, warna kuning memuat lambang negara yang berisi simbol kerajaan bersejarah Spanyol dan Pilar-pilar Hercules.
Di luar itu, ada bendera daerah untuk 17 komunitas otonom Spanyol. Bendera-bendera tersebut mewakili identitas budaya yang unik dan dikibarkan bersama bendera nasional dalam struktur pemerintahan yang terdesentralisasi.
Australia, pengakuan resmi untuk bendera penduduk asli
Bendera nasional Australia menampilkan Union Jack, Commonwealth Star, dan Southern Cross. Selain bendera nasional, Australia juga mengakui dua bendera penting lainnya secara nasional.
Bendera Aborigin memakai hitam, merah, dan kuning untuk mewakili masyarakat adat. Bendera Torres Strait Islander menampilkan hijau, biru, dan hitam dengan dhari putih yang melambangkan Penduduk Kepulauan Selat Torres.
Keduanya merupakan bendera resmi Australia dan kerap dikibarkan bersama bendera nasional. Praktik ini menunjukkan bahwa satu negara bisa memiliki lebih dari satu simbol kebangsaan yang sama-sama sah.
Deretan contoh itu memperlihatkan bahwa bendera bisa memuat lapisan makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar identitas negara. Di beberapa negara, satu lembar kain juga menjadi cara untuk merangkum sejarah, wilayah, komunitas adat, dan struktur pemerintahan sekaligus.
