Sebuah liontin amber langka bergambar Ratu Elizabeth I bersiap masuk lelang dengan perkiraan nilai yang mengejutkan. Benda kecil berusia sekitar 1600 itu dulu terjual £5.588, namun kini Sotheby’s menaksirkannya bisa mencapai £100.000 hingga £150.000.
Perhiasan berbentuk hati itu berukuran 4 cm tinggi dan 3 cm lebar, tetapi detailnya sangat padat. Di satu sisi ada cameo Elizabeth I, sementara sisi lainnya menampilkan burung parrot yang dikaitkan dengan lambang keperawanan sang ratu.
Detail yang Membuatnya Menonjol
Pada permukaannya juga terukir tulisan “Elisabet.D.G.Ang.Fran.Hib.Et.Vir.Regi.F.D”, yang merujuk pada gelar Elizabeth sebagai Ratu Inggris, Prancis, dan Irlandia. Sotheby’s menilai kehalusan bingkai, kejernihan permukaan, dan tingkat detail ukiran pada liontin ini menunjukkan teknik pembuatan yang sangat mahir.
Benda ini diyakini dibuat dari amber, material yang sangat diminati pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17. Saat itu, amber dianggap bermanfaat bagi tubuh dan dipercaya bisa mengeluarkan aroma tertentu saat ada bahaya atau racun.
Para ahli menduga pembuatnya adalah Hans Klingenberg atau Georg Schreiber dari Prusia. Namun, siapa yang memesan pembuatannya belum diketahui, meski ada kemungkinan benda itu merupakan hadiah kerajaan dan bahkan mungkin dibuat atas permintaan Elizabeth I sendiri.
Simbol Kedaulatan Elizabeth I
Geoffrey Munn, pembawa acara dan sejarawan Antiques Roadshow, menyebut liontin ini sebagai lambang luar biasa dari kedaulatan Elizabeth. Ia juga menilai bentuk hati pada liontin itu mencerminkan keyakinan sang ratu bahwa dirinya hanya menikah dengan Kerajaan Inggris.
Munn menambahkan bahwa status selibat Elizabeth pada masa lanjut hidupnya menjadi bagian penting dari citra publiknya. Menurutnya, burung parrot di sisi belakang merupakan simbol tersirat dari keperawanan sang ratu.
Gambar Elizabeth I di bagian depan diduga terinspirasi dari ukiran karya Crispijn de Passe the Elder. Ukiran itu bersumber dari potret yang digambar langsung dari kehidupan oleh Isaac Oliver sekitar 1590–1592.
Jejak Kepemilikan yang Panjang
Menurut catatan Lyon & Turnbull, liontin ini berasal dari “former contents of Poltalloch House, Kilmartin, Argyll.” Benda tersebut kemudian masuk ke keluarga Malcolm hampir tiga abad setelah kematian Elizabeth I pada 1603.
Sotheby’s menyebut John Malcolm, 1st Baron Malcolm of Poltalloch, sebagai salah satu kolektor terpenting di Inggris pada abad ke-19. Riwayat kepemilikan panjang itu ikut menambah bobot historis pada perhiasan kecil yang kembali menarik perhatian pasar lelang.
Dengan kombinasi usia, simbolisme, dan asal-usul yang terhubung ke tokoh penting sejarah Inggris, liontin ini menjadi salah satu benda koleksi yang paling menonjol di lelang kali ini. Nilainya kini berada jauh di atas harga jual sebelumnya dan menempatkannya di antara perhiasan sejarah yang paling diburu.
