
Stok telur yang sedang melimpah membuat banyak rumah tangga tergoda membeli dalam jumlah besar. Namun, cara simpan yang keliru justru bisa mempercepat penurunan kualitas dan membuka jalan bagi bakteri masuk ke dalam telur.
Di tengah harga telur ayam yang belakangan turun cukup tajam, stok di berbagai daerah disebut terus bertambah karena penyerapan pasar belum optimal. Kondisi ini memang menguntungkan konsumen, tetapi pembelian berlebih tanpa penyimpanan yang benar bisa berujung pada pemborosan dan risiko keamanan pangan.
Suhu dingin jadi kunci utama
USDA, British Lion Eggs, dan National Environment Agency atau NEA Singapura sama-sama menyarankan telur disimpan di kulkas. Suhu dingin membantu menjaga kesegaran dan memperlambat pertumbuhan bakteri.
USDA menjelaskan telur yang disimpan dingin bisa bertahan hingga sekitar 15 minggu. Sementara itu, telur yang dibiarkan pada suhu ruang hanya bertahan sekitar 21 hari.
Letak penyimpanan juga penting karena suhu yang sering berubah dapat memengaruhi kualitas telur. Bagian pintu kulkas bukan lokasi ideal, karena pintu sering dibuka dan ditutup sehingga suhu di area itu kurang stabil.
USDA menyarankan telur disimpan di bagian terdalam dan terdingin kulkas. Kondisi yang lebih stabil membantu mengurangi pengembunan pada cangkang, yang dapat meningkatkan risiko perpindahan bakteri melalui pori-pori kecil kulit telur.
Jangan cuci telur sebelum masuk kulkas
Banyak orang mengira telur yang dicuci lebih higienis. Namun, USDA tidak merekomendasikan pencucian telur di rumah sebelum disimpan karena air bisa masuk melalui pori-pori cangkang.
Masuknya air dapat meningkatkan risiko kontaminasi ke bagian dalam telur. Telur komersial umumnya sudah dibersihkan dengan prosedur khusus sebelum dipasarkan, sehingga penyimpanan terbaik adalah dalam kondisi aslinya.
Jika memang perlu dibersihkan, telur sebaiknya dicuci sesaat sebelum digunakan. Cara ini lebih aman dibanding mencuci lalu menyimpannya kembali dalam keadaan basah.
Pakai karton asli dan jaga dari bau tajam
Karton bawaan telur bukan hanya kemasan. British Lion Eggs menyebut karton asli membantu melindungi telur dari benturan dan mengurangi penyerapan aroma makanan lain di dalam kulkas.
Cangkang telur memiliki pori-pori kecil, sehingga telur bisa menyerap bau dari bahan makanan beraroma kuat seperti bawang, ikan, durian, atau rempah tajam. Karena itu, menyimpan telur dalam kartonnya membantu menjaga mutu rasa dan aroma.
Karton juga memudahkan pemantauan tanggal kedaluwarsa atau batas konsumsi. Dengan begitu, telur bisa dipakai sesuai urutan kesegarannya.
Cek cangkang dan terapkan urutan pakai
Sebelum disimpan, kondisi cangkang perlu diperiksa dengan teliti. Telur yang retak lebih mudah terkontaminasi karena bakteri bisa masuk lewat celah pada permukaannya.
NEA menegaskan telur retak sebaiknya segera dibuang. Untuk mencegah kerusakan saat penyimpanan, telur juga sebaiknya tidak ditumpuk terlalu tinggi.
Saat stok melimpah, metode FIFO atau first in first out perlu diterapkan. Telur yang dibeli lebih dulu harus dipakai lebih dulu agar tidak tersimpan terlalu lama di kulkas.
Memberi tanda tanggal pembelian pada karton bisa membantu pemantauan umur simpan. Cara sederhana ini memudahkan rumah tangga menentukan telur mana yang harus dihabiskan lebih dulu.
Sisa telur dan stok berlebih masih bisa diatur
Tidak semua telur harus disimpan utuh dalam cangkang. Jika ada sisa putih atau kuning telur setelah memasak, bagian itu masih bisa disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas.
British Lion Eggs menyebut putih telur dapat disimpan sekitar 2 hari. Kuning telur dapat bertahan hingga 4 hari, dan lapisan susu tipis di atasnya dapat membantu menjaga teksturnya tetap lembut.
Untuk stok yang benar-benar berlebih, telur juga bisa dibekukan. Namun, telur tidak boleh dimasukkan ke freezer dalam kondisi masih bercangkang karena berisiko pecah saat membeku.
Cara yang disarankan adalah mengocok telur terlebih dahulu sebelum dibekukan. British Lion Eggs juga menyarankan penambahan sedikit garam atau gula agar teksturnya tetap baik setelah dicairkan kembali.
Telur beku sebaiknya diberi label tanggal penyimpanan. Masa pakainya dianjurkan maksimal 6 bulan agar kualitasnya tetap terjaga.
Aman saat disimpan, aman juga saat dimasak
Penyimpanan yang benar tetap harus diikuti pengolahan yang aman. NEA mengingatkan telur setengah matang masih memiliki risiko lebih tinggi karena bakteri mungkin belum sepenuhnya mati.
Karena itu, telur sebaiknya dimasak hingga putih dan kuningnya matang sempurna. Anjuran ini terutama penting bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Penyimpanan yang buruk dapat meningkatkan risiko kontaminasi Salmonella. Dalam dokumen “Guidelines on Good Handling of Eggs”, bakteri ini disebut dapat berkembang sangat cepat pada suhu ruang dan memicu penyakit bawaan makanan seperti mual, diare, demam, dan kram perut.
Selain suhu penyimpanan, kebersihan tangan dan alat masak juga perlu dijaga saat mengolah telur di rumah. Dengan langkah sederhana itu, stok telur yang melimpah bisa tetap hemat, segar, dan aman sampai siap disantap.





