Stok Pangan Nasional Masih Aman Hingga 10 Bulan, El Nino Dinilai Bisa Dimitigasi

Stok pangan nasional disebut masih aman meski El Nino diperkirakan mendekat. Pemerintah menilai cadangan yang tersedia saat ini cukup untuk menjaga pasokan kebutuhan masyarakat selama periode kemarau yang berpotensi menekan produksi.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan hal itu usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis 18 Juni 2026. Menurut dia, ketahanan pangan masih berada dalam posisi kuat karena cadangan utama, terutama beras, masih sangat besar.

Cadangan beras masih sangat besar

Amran menyebut cadangan beras pemerintah atau CBP saat ini mencapai 5,2 juta ton yang tersimpan di gudang Perum Bulog. Di luar itu, cadangan beras di sektor hotel, restoran, dan katering serta rumah tangga diperkirakan masih sekitar 12,5 juta ton.

Ia juga mengatakan masih ada standing crop atau tanaman padi yang tengah tumbuh dengan potensi produksi 10 hingga 11 juta ton. Dari gabungan data itu, pemerintah memperkirakan kebutuhan beras nasional dapat terjaga hingga 10 hingga 11 bulan ke depan.

Komoditas strategis lain juga surplus

Selain beras, pasokan sejumlah komoditas pangan strategis juga tercatat memadai dan sebagian sudah surplus. Pemerintah menetapkan 11 komoditas pangan yang harus dijaga ketersediaannya melalui Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah.

Data Proyeksi Neraca Pangan Nasional hingga Agustus 2026 yang diolah Badan Pangan Nasional menunjukkan delapan komoditas strategis telah mencapai swasembada. Komoditas itu meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Lima komoditas, yakni beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, dan jagung, sudah berstatus swasembada. Sementara itu, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah tidak hanya swasembada, tetapi juga telah diekspor.

Langkah antisipasi menghadapi kemarau

Untuk menjaga produksi tetap stabil saat kemarau, pemerintah memperkuat infrastruktur sumber daya air. Langkah itu dilakukan lewat pembangunan embung, irigasi pompa, dan sumur agar pasokan air pertanian tetap tersedia.

Pemerintah juga mengoptimalkan lahan rawa supaya frekuensi panen meningkat, sekaligus terus melakukan pencetakan sawah baru. Seluruh langkah itu dirancang untuk menekan risiko gangguan produksi saat El Nino berdampak pada cuaca dan ketersediaan air.

Amran menegaskan kombinasi cadangan beras yang besar, surplus sejumlah komoditas, dan penguatan infrastruktur pertanian membuat ketahanan pangan nasional masih aman. Pemerintah pun terus memantau stok dan produksi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama periode kemarau berlangsung.

Source: www.medcom.id

Terkait