2 Santri Brebes Panjat Menara 50 Meter, Sempat Tertidur Hingga Damkar Turun Tangan

Dua santri di Brebes membuat warga panik setelah memanjat menara seluler setinggi sekitar 50 meter. Aksi itu berakhir dengan penyelamatan petugas gabungan yang turun tangan setelah laporan warga masuk lewat layanan 110.

Peristiwa ini terjadi di Kampung Saditan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, tepatnya di Jalan Dr Wahidin Kota Brebes. Warga yang melihat dua remaja berada di puncak menara langsung menghubungi polisi dan pemadam kebakaran karena khawatir dengan keselamatan mereka.

Laporan warga membuat petugas bergerak cepat

Kepala Humas Polres Brebes, Iptu Indra Prasetyo, mengatakan polisi menerima laporan masyarakat karena warga resah melihat dua anak berada di atas menara. Setelah itu, polisi bersama Damkar Brebes segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi keduanya.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati kedua santri masih berada di atas menara seluler. Mereka kemudian diminta turun secara baik-baik, dan keduanya akhirnya menuruti arahan petugas tanpa perlawanan.

Kedua remaja diketahui berusia 15 tahun

Polisi mengidentifikasi keduanya sebagai remaja berinisial D dan F yang masing-masing berusia 15 tahun. Keduanya tercatat sebagai pelajar SMA Negeri di Brebes sekaligus santri di salah satu pondok pesantren di wilayah Kampung Saditan.

Menurut keterangan polisi, tidak ada alasan khusus di balik aksi itu. Setelah salat subuh, keduanya berjalan-jalan di sekitar pondok sebelum melihat menara seluler dan memutuskan memanjat pagar pembatas lalu naik ke atas.

Sempat berada dua jam di ketinggian

Indra menjelaskan, kedua santri itu berada di atas menara selama sekitar dua jam. Selama di sana, mereka juga mengaku sempat mengambil klem kabel yang ada di menara untuk dijadikan mainan.

Pengakuan bahwa keduanya sempat tertidur di atas menara membuat warga yang mendengar kejadian itu terkejut. Situasi tersebut dianggap sangat berbahaya karena aksi memanjat menara tanpa pengamanan bisa mengancam keselamatan nyawa.

Setelah turun, keduanya mendapat pembinaan

Usai dievakuasi, kedua remaja itu langsung mendapat pembinaan dan edukasi dari petugas. Mereka diingatkan agar tidak melakukan tindakan berisiko di tempat-tempat tinggi seperti menara, gedung, atau lokasi lain yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Polres Brebes menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas, terutama bagi anak dan remaja yang kerap bertindak tanpa mempertimbangkan risiko. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aksi iseng di ketinggian bisa berubah menjadi situasi darurat dalam hitungan menit.

Source: mediaindonesia.com

Terkait