Valve akhirnya membuka detail Steam Machine, dan yang paling mencuri perhatian bukan hanya bentuknya yang ringkas, tetapi juga banderol harganya yang melampaui $1,000 USD untuk semua varian. Di saat banyak calon pembeli masih menimbang spesifikasi, aturan pre-order yang ketat justru ikut menjadi bagian penting dari cerita perangkat ini.
Steam Machine hadir sebagai PC mini berbasis SteamOS yang mencoba membawa nuansa konsol ke kelas desktop kecil. Valve menyiapkannya dalam empat SKU dengan pilihan storage 512 GB dan 2 TB, serta opsi paket dengan atau tanpa Steam Controller.
Empat Varian, Harga Tembus Empat Digit
Valve membagi Steam Machine ke dalam empat model agar calon pembeli bisa memilih paket yang lebih sederhana atau yang sudah lengkap dengan controller. Untuk model tanpa Steam Controller, varian 512 GB dipasarkan seharga $1,049 USD dan model 2 TB dijual $1,349 USD.
Jika memilih paket yang sudah menyertakan Steam Controller, harga varian 512 GB menjadi $1,128 USD. Sementara itu, model 2 TB dibanderol $1,428 USD.
Harga yang menembus empat digit ini disebut banyak dipengaruhi tingginya harga RAM di pasar saat ini. Meski begitu, Valve tetap menempatkan setiap SKU sebagai opsi yang kompetitif di kelasnya.
Mesin Ringkas dengan Spesifikasi Serius
Di balik bodinya yang padat, Steam Machine menjalankan SteamOS 3 berbasis Arch, dan pengguna tetap diberi keleluasaan untuk memasang sistem operasi lain. Untuk dapur pacunya, Valve memakai CPU semi-kustom AMD Zen 4 dengan 6 core dan 12 thread, clock hingga 4.8 GHz, serta TDP 30W.
Sektor grafis ditangani GPU semi-kustom AMD RDNA 3 dengan 28 compute units. Kecepatan GPU disebut bisa mencapai 2.4 GHz dengan TDP 110W, sementara memorinya menggunakan 16 GB DDR5.
Opsi penyimpanan tersedia dalam dua pilihan, yakni 512 GB NVMe SSD dan 2 TB NVMe SSD. Kombinasi ini menegaskan bahwa Steam Machine memang disiapkan sebagai PC gaming ringkas, bukan perangkat kasual biasa.
Konektivitas Lengkap untuk Ruang Gaming Modern
Valve membekali perangkat ini dengan Wi‑Fi 6E 2×2, Bluetooth 5.3, dan Gigabit Ethernet. Untuk kebutuhan tampilan, tersedia DisplayPort 1.4 dengan dukungan hingga 4K 240Hz atau 8K 60Hz, lengkap dengan HDR, FreeSync, dan daisy-chaining.
Ada juga HDMI 2.0 yang mendukung hingga 4K 120Hz, HDR, FreeSync, dan CEC. Di sisi port, bagian depan membawa dua USB-A 3.2 Gen 1, sedangkan bagian belakang menyediakan dua USB-A 2.0 high-speed dan satu USB-C 3.2 Gen 2.
Desain Kecil, Fitur Tambahan Tidak Main-Main
Ukurannya tercatat 152 mm tinggi, atau 148 mm tanpa kaki, dengan kedalaman 162.4 mm dan lebar 156 mm. Bobotnya ada di angka 2.6 kg, sehingga perangkat ini tetap mudah ditempatkan di meja atau ruang hiburan yang terbatas.
Valve juga menyertakan 17 LED RGB yang bisa diatur secara individual untuk menampilkan status sistem sekaligus memberi ruang kustomisasi visual. Di atas kertas, pendekatan ini membuat Steam Machine terasa seperti PC yang sengaja dipadatkan, bukan konsol tertutup.
Jadwal Rilis dan Aturan Pre-Order yang Perlu Dicatat
Valve menjadwalkan peluncuran Steam Machine pada Summer 2026, dengan pre-order dibuka mulai June 25, 2026. Waktu itu bertepatan dengan dimulainya Steam Summer Sale 2026, yang berlangsung hingga July 9, 2026.
Pemesanan dilakukan melalui Steam, tetapi tidak semua akun bisa langsung ikut antre. Pengguna harus memiliki akun Steam berstatus baik dan sudah pernah melakukan pembelian sebelum April 27th 2026.
Valve juga membatasi pendaftaran hanya satu per rumah tangga. Jika melewatkan tenggat June 25, pendaftar akan masuk ke belakang daftar tunggu, dan email konfirmasi untuk reservasi SKU dijadwalkan mulai dikirim pada June 29, 2026.
Aturannya tidak berhenti di situ karena pilihan perangkat tidak bisa diubah setelah pengguna masuk antrean. Jika pesanan dibatalkan untuk mengganti SKU, posisi pemesan akan terdorong ke belakang waitlist, sehingga keputusan awal benar-benar menentukan.
Dengan harga yang tinggi, spesifikasi yang serius, dan sistem pre-order yang ketat, Steam Machine jelas diposisikan Valve sebagai perangkat niche yang menyasar pengguna yang sudah tahu apa yang mereka cari.
Source: tech.sportskeeda.com






