
Pertandingan Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api menyisakan sorotan di luar skor akhir. Di tribun utara, suporter membentangkan spanduk besar bertuliskan “Shut Up KDM” sejak awal babak kedua hingga laga selesai.
Aksi itu langsung memicu perhatian karena ditengarai sebagai kritik kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pesan yang tampil di tengah laga tersebut berkaitan dengan penilaian suporter terhadap pengumuman bonus yang dinilai terlalu sering disampaikan lewat media sosial.
Spanduk yang jadi pusat perhatian
Spanduk berwarna putih dengan tulisan merah dan hitam itu terlihat jelas dari tribun. Bagi sebagian Bobotoh, pesan tersebut bukan sekadar luapan emosi sesaat, melainkan bentuk keberatan atas cara apresiasi kepada tim diumumkan ke publik.
Mereka menilai, pengumuman bonus secara terbuka bisa menyeret sepak bola ke ruang yang tidak ideal. Suporter juga menganggap hal itu berpotensi mengganggu fokus pemain yang tengah mengejar target penting di lapangan.
Reaksi publik pun cepat mengalir karena spanduk itu muncul saat atmosfer pertandingan sedang panas. Pesannya singkat, tetapi cukup tegas untuk memancing diskusi yang meluas di kalangan pendukung Persib dan pemerhati sepak bola.
Dedi Mulyadi memilih merespons dengan tenang
Dedi Mulyadi menanggapi sorotan itu lewat unggahan video di akun TikTok pribadinya. Dalam responsnya, ia tidak menunjukkan sikap tersinggung dan justru menyampaikan terima kasih kepada suporter yang memasang spanduk tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih atas spanduk yang dibentangkan. Saya yakin itu didasarkan pada keinginan agar profesionalisme sepak bola tetap terjaga tanpa tercederai oleh kepentingan politik,” kata Dedi dalam video itu.
Sikap tersebut menjadi perhatian karena Dedi memilih meredam ketegangan, bukan membalas kritik. Respons yang tenang itu membuat polemik spanduk “Shut Up KDM” bergeser dari sekadar insiden tribun menjadi pembicaraan yang lebih luas soal etika dukungan terhadap klub.
Penjelasan soal bonus dan transparansi
Dalam penjelasannya, Dedi menyebut pengumuman bonus Rp1 miliar per pertandingan di media sosial dilakukan demi transparansi. Ia juga menegaskan bahwa bonus itu berasal dari Maruarar Sirait, yang ia sebut dengan sapaan “Asep Ara Sirait”, sebagai bentuk kecintaan terhadap klub.
Dedi kemudian menjelaskan bahwa total bonus yang disiapkan mencapai Rp5 miliar untuk lima laga tandang. Skema itu, menurutnya, lahir dari pertemuan dirinya, Maruarar Sirait, dan manajemen puncak Persib Bandung.
Ia menyebut Maruarar Sirait secara spontan menyampaikan komitmen bonus Rp1 miliar untuk masing-masing dari lima pertandingan tandang dari total tujuh laga tersisa. Dukungan itu diarahkan untuk membantu Persib meraih hat-trick juara tiga kali berturut-turut.
Dedi juga mengatakan sudah berkonsultasi dengan manajemen klub terkait regulasi pemberian bonus tersebut. Dari pembahasan itu, manajemen menyatakan tidak ada pelanggaran aturan dalam bentuk apresiasi finansial yang diberikan.
Polemik yang melampaui tribun
Kritik melalui spanduk ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap klub tidak selalu hadir dalam bentuk pujian. Di sisi lain, suporter juga tampak ingin menjaga agar tim tetap berjalan dengan profesional dan tidak terbebani dinamika di luar pertandingan.
Pernyataan Dedi yang meminta publik berhenti memperpanjang perdebatan menambah arah baru dalam isu ini. Ia berharap suporter, pejabat, dan semua pihak kembali fokus pada dukungan moral untuk Persib Bandung agar klub itu bisa mengamankan gelar juara musim ini.
Di bagian akhir pesannya, Dedi menyampaikan ajakan singkat agar energi publik tidak habis di media sosial. “Selamat bertanding habis-habisan, bukan berdebat habis-habisan di media sosial,” ujarnya menutup pernyataan tersebut.
Polemik spanduk “Shut Up KDM” kini menjadi bagian dari perbincangan yang lebih besar tentang batas dukungan, transparansi bonus, dan profesionalisme sepak bola. Di tengah sorotan itu, Persib tetap berada di pusat perhatian karena perjalanan menuju gelar juara masih menyisakan sasaran penting yang ingin diamankan.
Source: www.medcom.id




