
Sony resmi membawa 1000X The Collexion ke pasar sebagai headphone over-ear edisi khusus yang langsung mencuri perhatian karena posisinya di atas WH-1000XM6. Harga jualnya di Amerika Serikat mencapai $649.99, membuatnya menjadi headphone Sony termahal sejauh ini.
Langkah ini menegaskan bahwa Sony tidak sekadar memperbarui lini 1000X, tetapi juga merayakan 10 tahun perjalanan seri tersebut. Di saat yang sama, perusahaan memasukkan sentuhan desain baru yang tetap merujuk pada MDR-1000X dari 2016.
Desain premium dengan nuansa nostalgia
Sony mempertahankan bodi berbahan kulit sintetis untuk menjaga identitas visual lini awal 1000X. Namun, headphone ini kini memakai ear cup yang lebih lebar dan lebih dalam, headband yang lebih besar, serta engsel logam berbahan stainless steel.
Pendekatan desain itu juga membuatnya berbeda dari headphone portabel biasa. Ear cup hanya bisa diputar ke arah dalam, lalu disimpan di carry case ramah lingkungan yang bahkan dirancang bisa berfungsi seperti tas karena memiliki celah pegangan di bagian atas.
Hasilnya, 1000X The Collexion terasa lebih seperti produk koleksi premium daripada sekadar penyegaran rutin. Sony tampak ingin mempertahankan rasa klasik sambil meningkatkan kenyamanan pemakaian.
DSEE Ultimate jadi sorotan utama
Di sisi audio, Sony memasang DSEE Ultimate secara native pada model ini. Fitur tersebut menjadi yang pertama di jajaran headphone Sony untuk memulihkan detail pada file musik terkompresi secara real-time dengan bantuan Edge AI.
Sony juga menyematkan 360 Upmix audio dengan profil khusus untuk musik, film, dan game. Perpindahan mode dibuat lebih praktis lewat tombol Listening Mode yang berfungsi mengganti profil audio spasial tersebut.
Untuk bagian suara inti, headphone ini memakai driver dinamis 30 mm yang sama seperti XM6. Bedanya, Sony menambahkan desain soft-edge driver baru yang diklaim mendukung bass lebih dalam sekaligus meningkatkan kemampuan noise cancelling.
Perubahan internal juga ikut dikejar. Sony mendesain ulang papan sirkuit bagian dalam dan memakai basis tembaga tebal untuk membantu meningkatkan detail audio serta soundstage.
ANC lebih cerdas dengan 12 mikrofon
Sony membekali 1000X The Collexion dengan 12 mikrofon untuk menunjang peredam bising aktif. Sistem ini dipadukan dengan prosesor noise cancelling QN3 dan chip V3 terintegrasi untuk pemrosesan suara serta ANC cerdas yang lebih dalam dengan kesadaran terhadap lingkungan sekitar.
Kombinasi itu menunjukkan arah produk yang jelas. Sony menempatkannya sebagai headphone premium yang tidak hanya menjual desain nostalgia, tetapi juga pemrosesan suara dan kontrol kebisingan yang lebih adaptif.
Di bagian konektivitas, perangkat ini sudah mendukung Bluetooth 6.0. Codec yang tersedia meliputi SBC, AAC, LDAC, dan LC3, sehingga opsi koneksi nirkabelnya tergolong lengkap.
Baterai 32 jam, tapi belum mengalahkan XM6
Meski banyak sektor ditingkatkan, daya tahan baterainya justru tidak melampaui XM6. Sony menyebut 1000X The Collexion mampu bertahan hingga 32 jam tanpa ANC dan hingga 24 jam saat ANC aktif.
Angka itu masih di bawah XM6 yang diklaim sanggup mencapai 40 jam. Karena itu, model baru ini tampak lebih mengandalkan eksklusivitas desain, teknologi audio, dan status edisi peringatan dibanding mengejar durasi pakai terpanjang.
Untuk spesifikasi tambahan, headphone ini mendukung respons frekuensi 4 Hz hingga 40.000 Hz. Dukungan codec LDAC juga memungkinkan pemutaran hingga 96 kHz dan 990 kbps.
Harga dan ketersediaan
Di Amerika Serikat, Sony memasarkan 1000X The Collexion seharga $649.99. Di Kanada, harganya tercatat 849.99 dolar Kanada.
Belum ada kejelasan apakah produk ini juga akan hadir di India. Namun, posisi harganya yang berada di atas WH-1000XM6 sudah cukup menunjukkan target utamanya adalah pengguna yang mencari kombinasi warisan desain 1000X dan teknologi audio terbaru Sony.
Source: gadgets.beebom.com




