Harga smart dashcam motor kini tidak lagi identik dengan perangkat mahal. Di pasar aksesori roda dua, sejumlah model sudah masuk ke kisaran Rp370 ribuan dengan fitur yang sebelumnya lebih sering ditemukan di kelas atas.
Yang paling menarik, perangkat di rentang harga itu sudah membawa WiFi dan perekaman Full HD 1080P. Bagi pengendara harian, kombinasi ini membuat dashcam motor makin relevan untuk dokumentasi perjalanan sekaligus bukti saat terjadi insiden di jalan.
Segmen murah mulai ramai fitur penting
Di kelas entry-level, paket smart dashcam standar umumnya berada di rentang Rp370.000 hingga Rp500.000. Fokus utamanya ada pada fungsi perekaman perjalanan berbasis WiFi untuk penggunaan harian.
Fitur yang dibawa juga tidak bisa dianggap sederhana. Selain resolusi Full HD 1080P, banyak produk di kelas ini sudah menawarkan Night Vision untuk membantu rekaman tetap terlihat lebih jelas saat kondisi gelap.
Ketahanan terhadap cuaca turut menjadi nilai jual. Sebagian besar perangkat murah ini sudah memiliki sertifikasi tahan air IP65 hingga IP67, sehingga lebih siap dipakai di motor yang rutin menghadapi hujan atau cipratan jalan.
Unduh Rekaman Lebih Mudah Lewat Smartphone
Kehadiran WiFi menjadi salah satu alasan utama segmen ini cepat menarik perhatian. Dengan konektivitas itu, pengguna bisa mengakses dan mengunduh rekaman langsung lewat smartphone tanpa harus melepas kartu memori.
Model seperti Acroder Dashcam Motor L9 dan JETE DC1 termasuk yang cukup populer di kategori terjangkau. Keduanya banyak dilirik oleh pengendara yang mencari fitur dasar dengan harga yang masih ramah di kantong.
Naik Kelas Ke Riding System Dan Smart Monitor
Bagi yang butuh paket lebih lengkap, pasar juga menawarkan Riding System atau Smart Monitor dengan rentang harga sekitar Rp1,26 juta hingga Rp4,28 juta. Kelas ini tidak lagi sekadar kamera perekam, tetapi juga pusat kendali di area setang motor.
Perangkat di segmen ini biasanya memakai layar sentuh sekitar 5 inci dan menampilkan kamera depan serta belakang secara real time. Dukungan split screen membuat pengendara bisa memantau dua sudut pandang sekaligus dalam satu layar.
Beberapa model juga sudah dibekali kamera AHD 1080P depan-belakang, GPS, TPMS, hingga Wireless Apple CarPlay dan Android Auto. Kombinasi itu membuat perangkat lebih cocok untuk pengguna yang menginginkan navigasi dan konektivitas yang lebih praktis saat berkendara.
Fitur Premium Mulai Mengarah Ke AI
Di kelas atas, smart monitor premium menawarkan pengalaman yang jauh lebih canggih dengan harga sekitar Rp3,75 juta hingga Rp5 juta. Pada segmen ini, sistem multi-kamera mampu merekam hingga tiga sudut pandang sekaligus untuk memperluas cakupan visual.
Sejumlah produk premium juga membawa Parking Guardian untuk pemantauan 24 jam saat motor diparkir. Ada pula dukungan konektivitas 4G bawaan yang memungkinkan pemilik kendaraan memantau kondisi motor secara real time dari jarak jauh lewat aplikasi.
Teknologi Advanced Driver Assistance System atau ADAS mulai hadir di level ini. Fitur tersebut memberi peringatan dini terhadap potensi tabrakan maupun risiko keluar jalur, sehingga smart dashcam motor bergeser dari sekadar alat rekam menjadi sistem pemantauan berkendara yang lebih cerdas.
Nama seperti Retouch Riding System Sprite S1, Sprite S2, HyperDash V01 PRO, Senpai M8.1, dan Dr. Cam+ Dashcam Apex 3 ikut mengisi pasar dari level terjangkau sampai premium. Dengan pilihan yang makin lebar, pengendara kini bisa menyesuaikan perangkat dengan kebutuhan, kebiasaan berkendara, dan anggaran masing-masing.
