Redmi 15 masih punya posisi yang kuat di kelas Rp 2 jutaan karena menawarkan paket yang jarang lengkap dalam satu perangkat. Di saat banyak ponsel menonjol di satu sisi saja, model ini membawa baterai 7.000 mAh, layar 144Hz, HyperOS 2, dan fitur AI yang langsung terasa berguna.
Keunggulan itu membuat Redmi 15 tetap relevan untuk pengguna yang butuh ponsel serba bisa. Fokusnya bukan mengejar kelas premium, tetapi memberi daya tahan, kelengkapan fitur, dan pengalaman harian yang praktis untuk kerja, belajar, komunikasi, dan hiburan.
Baterai besar yang jadi nilai utama
Daya tahan menjadi daya tarik paling menonjol dari Redmi 15. Xiaomi membekali ponsel ini dengan baterai 7.000 mAh dan mengklaim pemakaian normalnya bisa bertahan hingga dua hari.
Untuk pengisian, Redmi 15 mendukung fast charging 33W. Xiaomi menyebut pengisian dari 0 sampai 50 persen dapat dicapai dalam 45 menit.
Ada pula reverse charging 18W yang membuat Redmi 15 bisa dipakai untuk mengisi perangkat lain. Fitur ini berguna saat pengguna perlu menyalurkan daya ke aksesori seperti TWS.
Layar 144Hz yang terasa di pemakaian harian
Bagian layar juga menjadi alasan Redmi 15 masih menarik. Ponsel ini memakai panel 6,9 inci dengan refresh rate 144Hz, angka yang tergolong tinggi di kelas harga ini.
Refresh rate tinggi membuat perpindahan layar terasa lebih mulus saat scrolling media sosial, berpindah antaraplikasi, atau bermain game. Xiaomi juga menyematkan sertifikasi TÜV Rheinland Eye Care untuk menjaga kenyamanan mata.
Selain itu, ada fitur Wet Touch Display 2.0. Fitur ini membuat layar tetap responsif saat jari dalam kondisi basah, detail kecil yang sering berguna dalam pemakaian sehari-hari.
HyperOS 2 dan fitur AI yang terasa modern
Redmi 15 menjalankan HyperOS 2, sistem yang membawa sejumlah fitur berbasis AI. Salah satu yang disorot adalah Circle to Search, yang memungkinkan pencarian cepat langsung dari layar.
Ponsel ini juga mendukung Gemini untuk kebutuhan berbasis AI. Kehadiran fitur tersebut membuat Redmi 15 terasa lebih modern di tengah persaingan ponsel kelas menengah bawah.
Xiaomi turut menjanjikan pembaruan keamanan untuk beberapa tahun ke depan. Redmi 15 juga disebut akan mendapat dua kali upgrade sistem operasi, poin yang penting bagi pengguna yang ingin memakainya lebih lama.
Kamera dan desain, cukup lengkap untuk kebutuhan kasual
Di sektor kamera, Redmi 15 membawa kamera utama 50MP berbasis AI. Konfigurasinya diarahkan untuk kebutuhan dokumentasi harian, bukan fotografi berat.
Fitur yang tersedia mencakup mode potret dan beauty. Untuk foto keluarga, unggahan media sosial, atau dokumentasi sederhana, kemampuan ini sudah cukup memadai.
Desain bodinya memakai konsep quad-curve dengan lengkungan di empat sisi. Sentuhan ini membuat tampilannya lebih rapi sekaligus nyaman saat digenggam.
Xiaomi juga menyertakan sertifikasi IP64. Artinya, ponsel ini tahan terhadap debu dan cipratan air, sesuatu yang berguna untuk aktivitas luar ruangan maupun mobilitas harian.
Fitur pendukung yang masih lengkap di kelasnya
Redmi 15 masih mempertahankan beberapa fitur yang mulai jarang ditemukan sekaligus dalam satu perangkat. Di antaranya fingerprint di tombol power, NFC untuk transaksi digital, jack audio 3,5 mm, dan slot microSD hingga 2TB.
Kelengkapan seperti ini memberi nilai tambah bagi pengguna yang masih mengandalkan kartu memori atau earphone kabel. Di tengah banyaknya ponsel yang memangkas fitur tertentu, kombinasi tersebut membuat Redmi 15 terasa lebih praktis.
Harga dan varian
Redmi 15 tersedia dalam tiga warna, yaitu Midnight Black, Titan Gray, dan Sandy Purple. Untuk memori, Xiaomi menyiapkan dua varian yang sama-sama membawa RAM 8GB.
Varian 8GB/128GB dijual Rp 2.299.000, sedangkan varian 8GB/256GB dibanderol Rp 2.499.000. Dengan kombinasi baterai besar, layar 144Hz, HyperOS 2, dan fitur AI, Redmi 15 tetap punya alasan kuat untuk dipertimbangkan di segmen Rp 2 jutaan.
