Musim kemarau sering membuat tubuh terasa lebih cepat lelah karena cairan dan elektrolit ikut berkurang saat keringat keluar lebih banyak. Kondisi ini bisa memicu dehidrasi ringan, sakit kepala, hingga sulit berkonsentrasi jika asupan cairan tidak dijaga dengan baik.
Di tengah cuaca panas, pilihan minuman harian menjadi lebih penting dari biasanya. Dr. Leana Wen dari Universitas George Washington, seperti dikutip CNN Health, menegaskan bahwa cairan tubuh perlu dijaga karena seluruh organ bergantung pada air untuk berfungsi normal.
Air Kelapa Muda, Praktis dan Kaya Elektrolit
Air kelapa muda menjadi salah satu pilihan paling mudah didapat untuk membantu hidrasi. Minuman ini mengandung elektrolit penting seperti kalium, magnesium, dan kalsium yang membantu mencegah kram otot dan rasa lelah saat cuaca panas.
Healthline menyebut air kelapa murni juga sangat rendah kalori serta bebas lemak dan kolesterol. Bahkan, satu gelasnya mengandung kalium lebih banyak daripada sebuah pisang, sehingga cocok diminum setelah beraktivitas di luar ruangan.
Ada pula studi di Brasil pada 2014 yang menunjukkan air kelapa mampu meningkatkan kapasitas stamina tubuh lebih baik daripada air putih biasa ketika cuaca terik. Karena itu, minuman ini kerap dianggap lebih menarik dibanding minuman olahraga kemasan yang biasanya tinggi gula dan pewarna buatan.
Air Lemon, Bikin Asupan Cairan Lebih Mudah Tercapai
Air lemon menawarkan cara sederhana untuk menambah minum air sepanjang hari. Debbie Petitpain, ahli gizi dari Akademi Nutrisi dan Dietetika AS yang dikutip US News Health, menjelaskan bahwa tambahan lemon dapat mendorong orang minum lebih banyak.
Selain segar, air lemon juga punya nilai gizi yang cukup menarik. Perasan satu buah lemon utuh sepanjang hari bisa membantu mencukupi hingga setengah kebutuhan harian vitamin C, sementara satu gelasnya hanya sekitar 5 kalori dan tinggi antioksidan.
Manfaat lain yang ikut menonjol adalah potensinya saat mengganti minuman manis berkalori tinggi. Sebuah studi pada 2021 menunjukkan kebiasaan itu dapat membantu menjaga berat badan.
Infused Water Timun dan Mint, Sensasi Adem yang Ringan
Infused water dari timun dan daun mint juga pas untuk musim panas karena memberi sensasi segar tanpa rasa berat. Timun mengandung antioksidan seperti vitamin C dan flavonoid yang membantu melindungi kulit dari stres oksidatif akibat sengatan matahari.
Timun juga terdiri dari 95 persen air, sehingga memberi tambahan cairan yang signifikan saat direndam dalam air. Pakar nutrisi Dr. Axe menjelaskan bahwa kalium dan magnesium di dalamnya juga dapat larut ke air saat proses perendaman berlangsung.
Cara membuatnya pun sederhana. Cukup rendam 8–10 irisan timun dan daun mint ke dalam satu liter air selama 2–4 jam di kulkas sebelum diminum.
Teh Herbal Tanpa Gula, Tetap Segar Tanpa Kafein
Teh herbal tanpa kafein yang disajikan dingin juga layak dipilih ketika cuaca panas. Dr. Kristin Kirkpatrick dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa teh herbal aman untuk kondisi panas karena bebas kafein, sehingga tidak memicu efek diuretik yang bisa memperburuk dehidrasi.
Pilihan seperti peppermint memberi efek sejuk alami, sedangkan kamomil dapat membantu meredakan peradangan akibat cuaca ekstrem. WebMD juga menyebut cairan teh herbal seperti hibiskus, jahe, dan kamomil membantu menjaga kelancaran sistem pencernaan.
Agar lebih segar, teh herbal bisa disajikan dengan teknik cold brew dan tetap dinikmati tanpa gula. Dengan cara ini, tubuh tetap mendapat hidrasi sekaligus antioksidan tanpa tambahan manis yang tidak perlu.
