Simeone Bikin Inter Tertahan, Pesta Juara Nerazzurri Harus Ditunda di Turin

Inter Milan gagal menutup pekan ke-34 Serie A dengan pesta juara setelah ditahan Torino 2-2 di Stadion Olimpico Grande Torino. Laga yang sempat tampak aman bagi Nerazzurri berubah total ketika Giovanni Simeone memimpin kebangkitan tuan rumah dan memaksa Inter pulang hanya dengan satu poin.

Inter sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik dan menguasai situasi pada babak pertama. Marcus Thuram membuka keunggulan lewat sundulan, lalu Yann Bisseck menambah gol setelah menerima dua umpan matang Federico Dimarco.

Torino Mengubah Jalannya Laga

Keunggulan dua gol itu tidak bertahan sampai peluit akhir karena Torino tampil jauh lebih berani setelah jeda. Tekanan tuan rumah membuat Inter kehilangan ketenangan, sementara ritme permainan mulai berpindah ke kubu Torino.

Puncak kebangkitan Torino datang lewat Simeone pada menit ke-70. Penyerang asal Argentina itu menyelesaikan aksinya dengan sentuhan full yang diikuti sentuhan akhir berupa cungkilan bola melewati kiper, sebuah momen yang mengubah arah pertandingan.

Gol tersebut bukan hanya memperkecil ketertinggalan, tetapi juga menghidupkan kembali atmosfer stadion. Inter yang sudah terlihat mengontrol laga mulai kesulitan menjaga ruang dan tempo permainan.

Sepuluh menit kemudian, Torino mendapat hadiah penalti yang dieksekusi Nikola Vlasic dengan tenang. Gol itu menyamakan kedudukan 2-2 dan menutup peluang Inter untuk membawa pulang tiga angka dari Turin.

Pesta Scudetto Tertunda

Hasil imbang ini membuat Inter belum bisa memastikan gelar lebih cepat. Tim asuhan Christian Chivu memang masih memimpin klasemen dengan keunggulan sepuluh poin atas Napoli, tetapi perayaan scudetto ke-21 belum dapat dilakukan dari laga ini.

Menurut laporan agenziagiornalisticaopinione.it, kemenangan Napoli atas Cremonese ikut memengaruhi hitung-hitungan Inter dalam perebutan gelar. Kondisi itu membuat Nerazzurri masih membutuhkan empat poin lagi untuk mengunci titel juara.

Situasi tersebut menempatkan laga berikutnya sebagai penentu penting bagi Inter. Kesempatan untuk memastikan gelar kini mengarah ke pertandingan melawan Parma di San Siro, dan skenario itu membuka peluang bagi Inter merayakan scudetto di depan pendukung sendiri.

Hasil melawan Torino terasa pahit karena Inter sudah berada di jalur kemenangan sejak paruh pertama. Kehilangan keunggulan dua gol menunjukkan bahwa posisi mereka di puncak klasemen belum sepenuhnya mencerminkan penyelesaian pekerjaan musim ini.

Simeone Jadi Sorotan

Nama Simeone kembali menjadi pusat perhatian karena kontribusinya yang menentukan di laga besar ini. Golnya memberi Torino dorongan psikologis yang besar dan menunjukkan efektivitas tim dalam memanfaatkan peluang ketika berada di bawah tekanan.

TyC Sports melaporkan bahwa penyerang berusia 30 tahun itu memiliki nilai pasar sekitar lima juta euro dan masih terikat kontrak dengan Torino hingga Juni 2028. Laporan yang sama juga menyebut River Plate tengah menjajaki opsi peminjaman dengan klausul pembelian untuk memulangkan pemain didikannya tersebut.

Meski begitu, perhatian utama pada laga ini tetap tertuju pada dampak langsung gol Simeone terhadap Inter. Ia bukan hanya menjadi pembeda, tetapi juga sosok yang menghentikan rencana pesta juara tim paling dominan di klasemen.

Kondisi Usai Pertandingan

Inter masih harus menunggu kondisi Lautaro Martinez yang hanya berada di bangku cadangan karena cedera otot. Absennya kontribusi sang kapten di lapangan menambah catatan pada pertandingan yang sempat mendekati hasil sempurna bagi Nerazzurri.

Torino sendiri tetap bertahan di posisi ke-13 klasemen sementara Serie A setelah meraih satu poin penting. Hasil ini kembali memperlihatkan bahwa Torino mampu memberi perlawanan kuat, terutama saat bermain di kandang menghadapi tim papan atas.

Baca Juga

Back to top button