Megawati Ambil Panggung, Ganda Putra RI Menyalakan Asa Di Istora Dengan Start Meyakinkan

Sorotan olahraga Indonesia kembali terbelah antara dua panggung besar yang sama-sama menyita perhatian. Di satu sisi, Megawati Hangestri Pertiwi mengambil panggung baru bersama Hyundai E&C Hillstate, sementara di sisi lain ganda putra Indonesia menyalakan asa di Istora lewat langkah mulus ke 16 besar Indonesia Open 2026.

Nama Megawati kembali jadi magnet utama karena kepindahannya ke klub Korea Selatan itu disebut membawa nilai kontrak yang mencapai US$170.000 atau sekitar Rp2,97 miliar per musim. Angka itu menegaskan betapa besar perhatian yang mengiringi pevoli asal Jember tersebut setiap kali ia melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi.

Megawati tetap jadi pusat perhatian

Perjalanan Megawati Hangestri Pertiwi tidak hanya dibaca dari kontraknya. Atlet kelahiran 20 September 1999 itu tumbuh di Jember, Jawa Timur, dan telah menunjukkan minat besar pada bola voli sejak usia muda.

Dengan tinggi sekitar 185 sentimeter, ia tampil sebagai opposite hitter yang dikenal memiliki serangan tajam dan konsistensi dalam mencetak poin. Karakter itu membuatnya terus menonjol di panggung internasional dan menjaga posisinya sebagai salah satu atlet voli putri Indonesia yang paling berpengaruh saat ini.

Popularitas Megawati juga ikut dibentuk oleh citra kuat yang melekat pada dirinya. Julukan “Megatron” menjadi yang paling dikenal karena mencerminkan gaya bermainnya yang keras dan perannya sebagai mesin poin bagi tim.

Langkah baru bersama Hyundai Hillstate

Sebelum bergabung dengan Hyundai E&C Hillstate, Megawati sempat tampil gemilang bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks. Kiprah tersebut ikut memperkuat reputasinya sebagai pemain yang mampu tampil konsisten di kompetisi internasional.

Kini, tantangan baru menantinya bersama salah satu klub kuat di Korea Selatan itu. Kehadirannya kembali dipandang sebagai daya tarik besar bagi pencinta voli Asia yang menunggu kiprah berikutnya di lapangan.

Perhatian publik terhadap Megawati juga tidak lepas dari kombinasi prestasi, identitas permainan, dan pengaruhnya di luar Indonesia. Media serta pendukung internasional memberi sejumlah julukan lain yang memperkuat kesan bahwa ia memiliki gaya bermain unik dan berbahaya bagi lawan.

Indonesia jaga harapan di ganda putra

Dari Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, kabar positif datang dari sektor ganda putra Indonesia. Dua pasangan, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dan Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani, sama-sama melangkah ke babak 16 besar Indonesia Open 2026.

Raymond dan Joaquin mencuri perhatian lewat kemenangan meyakinkan atas wakil Jepang, Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi. Mereka menguasai jalannya pertandingan sejak awal dan menutup laga dengan skor 21-9, 21-13 tanpa memberi banyak ruang bagi lawan.

Hasil itu menunjukkan permainan yang agresif dan efisien dari pasangan muda Indonesia tersebut. Mereka menjaga tempo, menekan lawan, dan meminimalkan kesalahan sendiri sepanjang pertandingan.

Sabar dan Reza juga ikut menjaga peluang Indonesia di sektor ganda putra. Kemenangan mereka menjadi modal penting agar tuan rumah tetap punya wakil kuat dalam persaingan menuju babak-babak berikutnya.

Dua kabar yang sama-sama mengangkat nama Indonesia

Kabar dari Megawati dan ganda putra Indonesia datang dari cabang olahraga yang berbeda, tetapi sama-sama memberi alasan untuk menaruh perhatian lebih. Satu membawa nama Indonesia ke panggung voli Korea Selatan, sementara yang lain menjaga harapan di turnamen bulutangkis paling bergengsi di tanah air.

Dua cerita ini memperlihatkan bahwa atlet Indonesia masih mampu menarik sorotan lewat prestasi dan konsistensi. Di tengah perhatian yang terus mengalir, Megawati dan para wakil ganda putra Indonesia sama-sama menegaskan bahwa panggung besar masih terbuka untuk prestasi Merah Putih.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button