Shin Tae-yong Tahan Persija di Fisik Dulu, Taktik Baru Menyusul

Author: Cung Media

Shin Tae-yong memilih menahan Persija Jakarta di fase paling dasar lebih dulu. Awal pramusim Macan Kemayoran diarahkan ke fisik, bukan langsung ke taktik, agar fondasi tim tidak rapuh saat musim 2026/2027 dimulai.

Keputusan itu menunjukkan arah kerja yang bertahap. Mobilitas tinggi dan intensitas permainan yang diinginkan STY hanya bisa dibangun jika para pemain lebih dulu berada di level kebugaran yang memadai.

Fisik Jadi Pekerjaan Utama

Dalam pernyataan yang dikutip mediaindonesia.com dari laman resmi klub pada Rabu (15/7), STY menegaskan urutan program yang ia siapkan. “Yang paling mendasar adalah fisik. Setelah menyelesaikan latihan fisik, dalam waktu yang tersisa barulah kami akan masuk ke taktik tim,” ujarnya.

Pelatih asal Korea Selatan itu menilai proses persiapan tidak bisa dikebut. Seluruh elemen tim harus dibangun selangkah demi selangkah agar Persija siap menghadapi musim depan.

Latihan Perdana Dibuka dengan Adaptasi

Persija memulai latihan perdana di Persija Training Ground, Bojongsari, Depok, pada Selasa (14/7) sore. Sesi awal itu menjadi titik mulai bagi Gustavo Almeida dan rekan-rekannya untuk menatap kompetisi musim baru.

Pada latihan pertama, STY belum menggeber menu berat. Fokusnya ada pada pengenalan antarpemain, membangun keakraban, dan memetakan kondisi fisik awal skuad Macan Kemayoran.

Nama Baru Langsung Terlihat

Sejumlah pemain baru sudah ikut dalam sesi perdana. Mereka adalah Victor Dethan, Aqil Savik, Pratama Arhan, Kerim Memija, Denis Kolinger, Radovan Pankov, dan Kyohei Sano.

Pemain Baru Keterangan
Victor Dethan Ikut latihan perdana
Aqil Savik Ikut latihan perdana
Pratama Arhan Ikut latihan perdana
Kerim Memija Ikut latihan perdana
Denis Kolinger Ikut latihan perdana
Radovan Pankov Ikut latihan perdana
Kyohei Sano Ikut latihan perdana

Namun, tidak semua pemain bisa hadir. Sejumlah nama masih absen karena sedang menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia.

Pemain Muda Juga Dipantau

STY menyebut kondisi kebugaran para pemain yang hadir cukup memuaskan. Ia juga memberi perhatian khusus kepada pemain muda yang dipromosikan dari tim junior.

Menurutnya, sesi awal bukan sekadar lari dan penguatan. Program itu juga dipakai untuk membangun stamina serta kondisi fisik secara keseluruhan yang dibutuhkan tim ke depannya.

“Kami baru pertama kali bertemu dan menyapa para pemain. Ini merupakan proses untuk membangun stamina dan kondisi fisik secara keseluruhan yang kami butuhkan ke depannya,” kata STY.

Dengan pola bertahap itu, Persija akan melanjutkan fase awal sebelum masuk ke pembahasan taktik tim. Bagi STY, fondasi fisik harus selesai lebih dulu agar pekerjaan berikutnya bisa berjalan di atas dasar yang lebih siap.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru