Shakira Kembali Ke Panggung FIFA, Album Piala Dunia 2026 Punya 18 Lagu Lintas Benua

FIFA menyiapkan album resmi Piala Dunia 2026 dengan pendekatan yang jauh lebih besar dari sekadar pengiring turnamen. Proyek ini berisi 18 lagu dari kolaborasi artis global dengan latar budaya, bahasa, dan genre yang beragam.

Yang paling mencuri perhatian adalah kembalinya Shakira ke panggung Piala Dunia. Penyanyi asal Kolombia itu kembali dilibatkan setelah sukses besar lewat Waka Waka (This Time for Africa) pada Piala Dunia 2010.

Kali ini, Shakira membawakan lagu Dai Dai bersama musisi Nigeria Burna Boy. Kehadiran duet itu langsung memunculkan nuansa nostalgia bagi banyak penggemar sepak bola yang masih mengingat kuat era Waka Waka.

FIFA menyebut proyek ini sebagai kolaborasi budaya dan musik terbesar yang pernah dibuat dalam sejarah turnamen tersebut. Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan album ini dirancang untuk menyatukan penggemar dari berbagai negara melalui perpaduan musik dan sepak bola.

Infantino juga menegaskan bahwa FIFA mengumpulkan tim musik yang sangat kuat untuk ajang olahraga tunggal terbesar dalam sejarah. Ia menambahkan bahwa album ini memadukan superstar global dengan talenta baru dari berbagai benua, bahasa, dan genre musik.

Daftar pengisi album menunjukkan ambisi itu dengan jelas. Selain Shakira, ada LISA BLACKPINK, Anitta, Rema, Daddy Yankee, Future, Tyla, hingga IShowSpeed yang ikut meramaikan proyek ini.

Kolaborasi Lintas Pasar

Beberapa lagu dalam album resmi Piala Dunia 2026 ikut mendapat sorotan karena mempertemukan nama-nama besar dari pasar musik yang berbeda. Goals menjadi salah satu yang paling menonjol karena dibawakan LISA, Anitta, dan Rema.

Lagu lain yang ikut menarik perhatian adalah Game Time oleh Future dan Tyla, Lighter oleh Jelly Roll dan Carín León, Champion oleh IShowSpeed, serta Love Always Wins oleh Shaggy, Cimafunk, dan Zema.

Format kolaborasi seperti ini memperlihatkan bagaimana FIFA mencoba merangkai album yang terasa global sejak awal. Perpaduan artis dari Amerika, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin membuat proyek ini tidak berdiri sebagai pelengkap biasa.

Menjelang Piala Dunia 2026

Album ini hadir saat Piala Dunia 2026 bersiap menjadi edisi pertama yang digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Format baru itu membuat seluruh elemen pendukung turnamen ikut mendapat perhatian lebih besar, termasuk musik resmi.

Turnamen tersebut juga akan diikuti 48 negara, sehingga atmosfer global yang ingin dibangun FIFA menjadi semakin relevan. Kehadiran album dengan 18 lagu ini diharapkan menambah kemeriahan sekaligus memperluas daya tarik Piala Dunia di luar lapangan hijau.

Di tengah persiapan menuju turnamen bersejarah itu, FIFA tampak ingin menjadikan musik sebagai penghubung lintas negara. Dengan kombinasi nama-nama besar dan kolaborasi yang melintasi benua, album resmi Piala Dunia 2026 menjadi salah satu bagian paling mencolok dari pemanasan menuju ajang tersebut.

Terkait