Musikus asal Singapura, Sezairi, tengah menarik perhatian setelah membuka cerita tentang kedekatannya dengan Indonesia yang berawal dari pencarian akar keluarga. Dalam acara screening spesial live session Surrender Sessions di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ia mengungkap bahwa kakek dan neneknya berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah.
Pengakuan itu memberi konteks baru pada hubungan Sezairi dengan Jakarta. Bagi pelantun It’s You tersebut, kedekatan itu tidak hanya lahir dari panggung musik, tetapi juga dari proses mengenali kembali identitas dirinya.
Akar keluarga yang lama tertutup
Sezairi menjelaskan bahwa ia merupakan warga Singapura generasi kedua. Ia mengatakan informasi tentang asal-usul keluarganya dulu sangat terbatas karena kakek-neneknya tidak banyak bercerita soal masa lalu mereka.
Ia menyebut kondisi hidup yang sulit membuat keluarga memilih diam tentang pengalaman lama mereka. Dari situ, Sezairi terdorong mencari jawaban sendiri tentang tempat keluarganya berasal.
Pencarian itu kemudian membawanya pada Indonesia sebagai bagian penting dari perjalanan pribadinya. Baginya, negeri ini bukan sekadar lokasi tampil, melainkan ruang untuk memahami sejarah keluarga yang lama tersembunyi.
Penggemar Indonesia ikut membentuk kedekatan
Sezairi menilai penggemar Indonesia memegang peran besar dalam proses tersebut. Ia mengatakan interaksi dengan penggemar membuat dirinya belajar lebih banyak tentang diri sendiri dan keluarganya.
“Penggemar Indonesia sangat penting bagi saya,” ujarnya. “Karena saya belajar tentang diri saya dan keluarga saya melalui penggemar Indonesia saya.”
Bagi Sezairi, hubungan dengan penggemar tidak berhenti pada musik semata. Ia melihatnya sebagai jembatan yang membantu dirinya memahami asal-usul dan memperkuat ikatan dengan budaya yang ingin ia kenali lebih jauh.
Jakarta terasa makin akrab
Sezairi juga mengaku setiap kunjungan ke Indonesia kini memberi perasaan yang berbeda. Jakarta tidak lagi terasa asing karena ia terus menjumpai wajah-wajah yang familiar dan menerima dukungan hangat dari penonton.
“Setiap kali aku kembali ke Jakarta aku merasa aku mulai merasa seperti di rumah,” katanya. Ia menambahkan bahwa rasa itu muncul karena dukungan yang ia lihat untuk musiknya dan juga untuk dirinya sebagai pribadi.
Dalam penjelasannya, Sezairi menegaskan bahwa perjalanannya ke Indonesia bukan hanya soal tampil di atas panggung. Ia datang untuk mencari bagian dari identitas yang lama tertutup, dan proses itu membuat Jakarta terasa semakin dekat dengan kehidupannya.
Source: mediaindonesia.com






