Ducati Panigale V2 S 100 tampil seperti motor balap klasik yang dibawa ke masa kini. Edisi Collezione 100 ini menggabungkan livery bernuansa 1970-an dengan basis superbike modern yang tetap mempertahankan karakter agresif Ducati.
Yang membuatnya langsung menonjol bukan hanya soal warna, tetapi juga cara Ducati mengikat sejarah balapnya ke motor ini. Inspirasi utamanya datang dari Ducati 750 Super Sport Desmo yang menjuarai Kejuaraan Italia 1975 bersama Franco Uncini di bawah tim Bruno Spaggiari.
Livery klasik, detail dibuat serius
Ducati menerjemahkan warisan itu ke kombinasi kuning dan coklat kemerahan yang terasa sangat kompetitif. Warna kuning juga mengalir sampai ke swingarm belakang, sementara velg dibuat silver untuk menjaga nuansa motor kompetisi era lama.
Di fairing depan dan buritan, Ducati menambahkan nomor balap #3. Sisi fairing bawah juga membawa logo Ducati klasik, sehingga identitas heritage-nya terasa jelas dari jauh.
Basisnya tetap Panigale V2 S
Meski tampil berbeda, sektor teknisnya tidak ikut berubah dari Panigale V2 S. Motor ini masih memakai mesin V2 890 cc, 8-katup, dengan variable valve timing dan pendingin cairan.
Outputnya tetap 120 hp pada 10.750 rpm dengan torsi 93,3 Nm pada 8.250 rpm. Tenaga tersebut disalurkan lewat transmisi manual 6-percepatan.
Karena berbasis model S, paket kaki-kakinya juga tetap premium. Suspensi mengandalkan Ohlins, sedangkan pengereman dipercayakan kepada Brembo.
Karakter khas Ducati masih dipertahankan lewat dry-clutch. Sistem ini memberi suara yang khas, meski pada beberapa negara penggunaannya dibatasi karena konstruksinya yang terbuka.
Sentuhan kolektor di banyak bagian
Ducati menambahkan elemen yang membuat motor ini terasa seperti barang koleksi, bukan sekadar motor edisi spesial. Pada triple clamp aluminium billet, terpasang plakat nomor seri untuk tiap unit.
Joknya memakai Alcantara premium dengan logo 100, sedangkan tutup tangki dan kaliper depan dilabur warna Centenary Bronze. Kombinasi ini memberi kesan eksklusif tanpa memutus hubungan dengan tema balap klasik.
Paket pembelian juga dibuat istimewa. Pemilik akan menerima alat untuk melepas spion dan dudukan plat nomor, lalu ada helm, jaket, paddock, cover motor, sertifikat, hingga packing kayu khusus.
Bagi Ducati, pendekatan tersebut mempertegas Panigale V2 S 100 sebagai perayaan 100 tahun merek yang tidak hanya bermain di performa. Motor ini juga diposisikan sebagai koleksi yang merangkum sejarah balap Ducati dalam format superbike modern.
Ringkas spesifikasi Ducati Panigale V2 S 100
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Status model | Edisi spesial Ducati Collezione 100 |
| Basis motor | Ducati Panigale V2 S |
| Inspirasi desain | Ducati 750 Super Sport Desmo juara Italia 1975 |
| Mesin | V2 890 cc, 8-katup, variable valve timing, pendingin cairan |
| Tenaga | 120 hp pada 10.750 rpm |
| Torsi | 93,3 Nm pada 8.250 rpm |
| Transmisi | Manual 6-percepatan |
| Livery khusus | Kuning dan coklat kemerahan bergaya balap era 1970-an |
| Detail eksterior | Nomor balap #3, logo Ducati klasik, swingarm kuning, velg silver |
| Suspensi | Ohlins |
| Rem | Brembo |
| Kopling | Dry-clutch |
| Detail eksklusif | Plakat nomor seri, jok Alcantara logo 100, aksen Centenary Bronze |
| Kelengkapan pemilik | Alat spion, dudukan plat nomor, helm, jaket, paddock, cover, sertifikat, peti kayu khusus |
Dengan kombinasi desain heritage dan komponen modern, Panigale V2 S 100 menonjol sebagai motor sport sekaligus barang kolektor. Nuansa balap klasiknya dibuat sangat tegas, tetapi seluruh paketnya tetap berdiri di atas superbike modern yang sejak awal sudah premium.
Source: ridertua.com






