Di pinggiran Bima Sakti, sebuah galaksi kerdil tua sedang kehilangan bentuknya sedikit demi sedikit. Sextans, salah satu galaksi satelit terdekat Bima Sakti, kini terlihat tercabik menjadi dua bagian akibat tarikan gravitasi dari galaksi tetangganya.
Temuan ini memberi gambaran langsung tentang bagaimana galaksi kecil bisa hancur di lingkungan kosmik terdekat. Pemetaan bintang memperlihatkan Sextans tidak lagi utuh, melainkan sedang ditarik ke arah berlawanan oleh interaksi gravitasi yang kuat.
Struktur yang kian tercerai-berai
Sextans berada sekitar 280.000 tahun cahaya dari Bumi dan tergolong galaksi kerdil sferoid. Ukurannya jauh lebih kecil daripada Bima Sakti, sehingga sangat rentan terhadap gaya pasang surut gravitasi dari objek masif di sekitarnya.
Dalam studi itu, para peneliti menemukan bukti bahwa material bintang Sextans sedang tertarik ke dua arah berbeda. Bagian inti galaksi ikut terkoyak oleh tarikan dari galaksi pendampingnya, Sextans B.
Salah satu peneliti utama bahkan mengaku terkejut melihat struktur yang begitu jelas. Kondisi itu disebut menunjukkan Sextans sedang mengalami disintegrasi total.
Jejak pertemuan gravitasi di ruang antargalaksi
Tarikan ekstrem dari galaksi tetangga telah membentuk jembatan bintang dan awan gas yang membentang di antara keduanya. Fenomena ini menjadi tanda bahwa material Sextans tidak lagi stabil dan sedang berpindah dari satu sistem ke sistem lain.
Jika proses ini terus berlangsung, Sextans akan semakin melemah dan perlahan lenyap sebagai galaksi mandiri. Sisa-sisanya pada akhirnya akan bergabung dengan galaksi yang lebih besar di sekitarnya.
Penting untuk memahami evolusi galaksi
Para ilmuwan memberi perhatian besar pada galaksi kerdil seperti Sextans karena objek semacam ini dianggap sebagai fosil hidup dari alam semesta awal. Isinya didominasi materi gelap dan bintang-bintang tua yang miskin logam.
Ketika galaksi kerdil mulai hancur dan menyatu dengan galaksi lain, astronom bisa mempelajari bagaimana galaksi besar tumbuh selama miliaran tahun. Proses penggabungan kecil semacam ini membantu menjelaskan sejarah pembentukan Bima Sakti dan evolusinya.
Temuan mengenai Sextans telah dipublikasikan dalam jurnal astrofisika terkemuka. Studi ini memperlihatkan bahwa di balik tampilan langit yang tampak tenang, interaksi antar galaksi masih berlangsung aktif dan mampu mengubah bentuk sebuah sistem bintang secara drastis.
Source: mediaindonesia.com






