Biaya servis motor listrik di bengkel spesialis ternyata masih tergolong ramah di kantong. Untuk servis ringan, pemilik kendaraan umumnya hanya perlu menyiapkan Rp 30.000 sampai Rp 50.000 untuk jasa pengerjaan.
Yang justru lebih merepotkan bukan ongkos servisnya, melainkan cara membawa motor ke bengkel. Di banyak kasus, layanan home service menjadi pilihan karena pengangkutan kendaraan listrik roda dua masih dianggap kurang praktis dan bisa mahal.
Tarif servis ringan masih rendah
Informasi tersebut disampaikan Alfian, pemilik bengkel motor listrik AD Service di Solo. Menurut dia, tarif Rp 30.000 hingga Rp 50.000 berlaku untuk servis ringan dan hanya mencakup jasa servis.
Biaya itu belum termasuk penggantian suku cadang bila saat pengecekan ditemukan komponen yang harus diganti. Artinya, total pengeluaran bisa bertambah tergantung kondisi motor listrik masing-masing pengguna.
Kisaran tersebut membuat perawatan dasar motor listrik terlihat lebih sederhana dibandingkan motor berbahan bakar bensin. Komponen yang perlu dirawat secara berkala juga lebih sedikit, sehingga beban perawatan rutin cenderung lebih rendah.
Home service lebih sering dipilih
Di lapangan, layanan servis motor listrik saat ini lebih banyak dilakukan lewat home service. Bengkel atau teknisi mendatangi rumah pelanggan karena pengangkutan kendaraan kerap menjadi hambatan utama.
Menurut Alfian, tidak banyak pemilik yang membawa langsung motornya ke bengkel. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan armada untuk mengangkut kendaraan saat motor perlu diperiksa atau diperbaiki.
Jika harus memakai jasa angkut, biayanya dinilai cukup mahal. Karena itu, model layanan datang ke rumah pelanggan menjadi pilihan yang lebih masuk akal bagi banyak pengguna motor listrik.
Biaya murah tetap tergantung kondisi pemakaian
Meski tarif servis ringan tergolong murah, biaya perawatan tetap bisa berubah sesuai kondisi kendaraan. Faktor penentu utamanya adalah bagaimana motor listrik digunakan sehari-hari oleh pemilik.
Alfian mengingatkan bahwa masih banyak pengguna yang hanya memakai kendaraan tanpa memperhatikan perawatan dasar yang diperlukan. Kebiasaan seperti itu berpotensi membuat kondisi kendaraan menurun dan memicu kebutuhan perbaikan tambahan.
Dengan kata lain, murahnya ongkos servis rutin tidak otomatis menjamin biaya perawatan akan selalu rendah. Jika pemilik abai pada perawatan dasar, pengeluaran bisa meningkat karena harus mengganti komponen tertentu.
Motor listrik unggul di kesederhanaan perawatan
Motor listrik dinilai unggul dalam hal kesederhanaan perawatan karena tidak memiliki sebanyak komponen seperti motor bensin. Kondisi ini membuat kebutuhan servis berkala menjadi lebih ringkas.
Bagi konsumen yang masih mempertimbangkan biaya kepemilikan, aspek ini bisa menjadi pertimbangan penting. Saat jasa servis ringan berada di kisaran Rp 30.000 sampai Rp 50.000, pemilik setidaknya mendapat gambaran bahwa biaya perawatan dasar masih cukup terjangkau.
Di tengah berkembangnya penggunaan motor listrik, layanan servis spesialis dan home service menjadi bagian penting untuk menjaga kenyamanan pengguna. Selama perawatan dasar dilakukan dengan baik, pemilik motor listrik berpeluang menjaga kendaraan tetap optimal tanpa terbebani ongkos servis rutin yang besar.
Source: otomotif.kompas.com






