Seres resmi ikut masuk ke arena robot humanoid dan langsung menambah panas persaingan di industri otomotif China. Pabrikan asal Chongqing itu memperkenalkan Xiaosai, robot humanoid pertamanya, di tengah langkah agresif para rivalnya ke bidang robotics.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa pabrikan mobil di China kini tidak lagi hanya bertarung di pasar kendaraan. Banyak di antara mereka mulai memanfaatkan rantai pasok, kemampuan manufaktur, dan kecerdasan buatan yang sudah dibangun untuk masuk ke bisnis robotika.
Xiaosai jadi wajah awal ambisi embodied intelligence Seres
Kang Bo, direktur sekaligus wakil presiden Seres Group, merilis video pada Senin yang menampilkan Xiaosai. Dalam video itu, aktor China Huang Bo datang ke pabrik Seres dan Xiaosai berperan sebagai pemandu tur.
Menurut informasi resmi Seres, Xiaosai dibekali kemampuan pengenalan visual. Robot ini juga dapat menyapa orang secara mandiri dan berinteraksi lewat suara.
Seres menyebut masih ada beberapa produk embodied intelligence lain yang sedang dikembangkan. Perusahaan mengatakan produk-produk tersebut akan debut resmi dalam tahun ini.
Pabrik Seres sudah lebih dulu penuh robot
Seres tidak memulai dari nol. Pabrik mereka sudah memakai berbagai robot untuk inspeksi kualitas berbasis AI, pengiriman logistik, dan kolaborasi di lini produksi.
Perusahaan mencontohkan robot inspeksi AI bernama Xiaosai 01 yang menangani pemeriksaan kualitas untuk perakitan sasis. Ada juga Xiaosai 02 yang memeriksa konfigurasi eksterior kendaraan yang sudah selesai diproduksi.
Di hub pintar pabrik Seres, lebih dari 1.600 perangkat cerdas bekerja terkoordinasi. Selain itu, lebih dari 3.000 robot industri juga beroperasi secara sinkron.
Ekosistem digital pabrik tersebut juga cukup lengkap. Teknologi yang dipakai mencakup Internet of Things, big data, digital twins, 5G, dan AI.
Fondasi bisnis robotika Seres sudah dibangun lebih dulu
Seres sebelumnya telah menyiapkan dasar untuk bisnis embodied intelligence. Pada Oktober tahun lalu, Seres dan Volcengine, unit ByteDance, menandatangani kerja sama embodied intelligence di Beijing.
Keduanya sepakat menggarap teknologi pengambilan keputusan, kontrol, dan augmentasi manusia-mesin untuk robot cerdas. Fokusnya ada pada kolaborasi cloud-edge multimodal.
Langkah itu memperlihatkan bahwa Seres tidak hanya mengejar robot sebagai produk pameran. Perusahaan tampak membangun rantai teknologi yang lebih luas, dari pabrik digital hingga pengembangan robot cerdas.
Rival pabrikan mobil China juga bergerak cepat
Seres kini bergabung dengan deretan pabrikan mobil China yang berlomba membangun kehadiran di robotics. Xpeng ikut bergerak lebih dalam ketika He Xiaopeng, ketua dan CEO perusahaan, bulan ini secara pribadi mengambil peran sebagai “CEO” bisnis robotika Xpeng untuk mempercepat komersialisasi.
BYD juga sudah mengonfirmasi bahwa mereka sedang mengembangkan robot humanoid. Perusahaan itu bahkan mempertimbangkan untuk menjual robot tersebut melalui jaringan diler di masa depan.
Di sisi lain, Aimoga, merek yang diinkubasi Chery, sudah mulai menjual robot humanoid kepada konsumen umum. Harga ecerannya tercatat 285.800 yuan, atau sekitar $42.260.
Pergerakan ini memperlihatkan bahwa robotics mulai dipandang sebagai perluasan alami dari industri otomotif, bukan sekadar eksperimen sampingan. Seres menjadi salah satu nama terbaru yang menunjukkan bagaimana pabrikan mobil China kini ingin membawa kemampuan manufaktur mereka ke era robot humanoid.
