Samsung News Makin Mirip TikTok, Tapi Justru Tambah Sumber Berita Tepercaya

Samsung News kini bergerak lebih dekat ke cara orang mengonsumsi konten di aplikasi sosial, tetapi langkah ini tidak membuatnya meninggalkan fungsi utama sebagai aplikasi berita. Pembaruan terbarunya justru menambah feed video pendek bergaya vertikal sekaligus memperluas kurasi artikel dari penerbit besar untuk pengguna ponsel Galaxy.

Perubahan ini memberi Samsung News dua jalur konsumsi sekaligus. Pengguna bisa menangkap ringkasan kabar harian lewat klip singkat, lalu masuk ke laporan yang lebih dalam ketika butuh konteks tambahan.

Video pendek jadi wajah baru Samsung News

Sorotan utama pembaruan ini ada pada carousel video pendek yang disebut mirip TikTok. Samsung mengatakan format itu akan menyajikan campuran klip harian yang dianggap penting agar pengguna tetap mengikuti kabar terbaru dengan cepat.

Konten video tersebut tidak dibatasi pada satu jenis informasi saja. Samsung menyiapkan cakupan untuk berita umum, finansial, olahraga, gaya hidup, dan hiburan.

Untuk tahap awal, Samsung menggandeng beberapa mitra penerbit untuk memasok konten video singkat. Nama yang terlibat mencakup PEOPLE, ABC News, Food & Wine, dan Travel + Leisure.

Samsung juga menyebut rekomendasi video ini akan dikurasi oleh tim editorial internal. Artinya, feed tidak hanya bergantung pada sistem otomatis, tetapi juga melewati seleksi redaksional.

Pengguna pun diberi peran aktif dalam pengalaman baru ini. Samsung menambahkan opsi untuk menyukai video dan mengikuti topik tertentu agar aplikasi bisa menampilkan konten yang makin sesuai dengan minat masing-masing.

Semakin sering pengguna berinteraksi dengan topik tertentu, semakin besar kemungkinan aplikasi menyesuaikan isi feed berikutnya. Pola ini membuat Samsung News bergerak ke arah personalisasi yang lebih kuat.

Artikel dari penerbit besar ikut diperluas

Di luar video pendek, Samsung juga menambah isi editorial dalam aplikasi. Samsung News kini akan memuat artikel kurasi dari sejumlah media yang dikenal luas untuk memberikan akses ke pembahasan yang lebih mendalam.

Beberapa nama yang disebut antara lain ABC News, PEOPLE, USA TODAY, dan The Washington Post. Kehadiran artikel dari media-media ini memberi pengguna opsi ketika ringkasan video singkat belum cukup untuk memahami sebuah isu.

Pendekatan tersebut menunjukkan Samsung tidak sepenuhnya mengubah aplikasinya menjadi layanan video. Perusahaan justru mencoba memadukan konsumsi cepat lewat klip singkat dan bacaan lebih lengkap lewat artikel dari penerbit tepercaya.

Bagi pengguna, video pendek bisa menjadi pintu masuk yang praktis untuk mengetahui pokok kabar terbaru. Setelah itu, artikel panjang bisa membantu menggali konteks, detail, dan laporan yang lebih dalam.

Peluncuran masih bertahap

Pembaruan Samsung News mulai digulirkan ke ponsel Galaxy keluaran 2023 dan yang lebih baru. Peluncuran ini mencakup pengguna di Amerika Serikat dan Kanada yang memakai aplikasi dalam bahasa Inggris.

Cakupan tersebut menunjukkan distribusinya masih terbatas dan dilakukan bertahap. Samsung mengatakan pengalaman baru ini akan diperluas ke lebih banyak pasar dan bahasa dalam beberapa bulan mendatang.

Sejauh ini belum ada rincian tambahan soal daftar negara berikutnya atau jadwal yang lebih spesifik. Namun pernyataan itu memperlihatkan bahwa Samsung memandang pembaruan ini sebagai pengembangan jangka lebih luas.

Samsung ikut masuk ke tren format singkat

Masuknya video pendek ke Samsung News menjadi langkah baru bagi aplikasi tersebut. Ini disebut sebagai pertama kalinya Samsung News menghadirkan konten berita dalam format video pendek secara langsung di dalam aplikasi.

Langkah ini juga menarik karena layanan berita utama lain belum menawarkan pengalaman serupa secara langsung di aplikasi berita mereka. Saat ini, Google News maupun Apple News belum memiliki feed video pendek yang sejenis, meski Google menampilkan konten format singkat melalui Search dan Discover.

Dengan pembaruan ini, Samsung tampak ingin membedakan Samsung News dari layanan agregasi berita yang lebih konvensional. Perusahaan terlihat menyesuaikan aplikasi dengan kebiasaan pengguna yang makin terbiasa menyerap informasi lewat format visual singkat dan cepat.

Perubahan tersebut juga memperlihatkan batas antara aplikasi berita dan aplikasi konten sosial yang makin tipis. Saat pengguna bisa menyukai video, mengikuti topik, dan menerima feed yang makin personal, pengalaman membaca berita ikut berubah menjadi lebih interaktif.

Di sisi lain, kehadiran artikel dari penerbit besar menjaga agar Samsung News tetap punya fondasi sebagai aplikasi berita. Kombinasi dua format itu berpotensi menjadi nilai jual penting bagi Samsung News di ekosistem Galaxy dalam waktu dekat.

Source: www.androidcentral.com
Terkait