
Segmen laptop di kisaran Rp7–10 jutaan kini tidak lagi identik dengan perangkat untuk tugas ringan saja. Sejumlah model dengan Ryzen 7 mulai hadir di kelas ini dan menawarkan performa yang cukup untuk multitasking berat, editing, hingga gaming ringan sampai menengah.
Perubahan itu membuat banyak konsumen punya pilihan yang lebih luas tanpa harus naik ke kelas harga yang jauh lebih mahal. Dari data yang tersedia, ada beberapa laptop Ryzen 7 yang menonjol karena menawarkan kombinasi performa, fitur, dan mobilitas yang terasa kompetitif di kelasnya.
Ryzen 7 di kelas terjangkau makin relevan
Daya tarik terbesar dari segmen ini terletak pada nilai yang ditawarkan. Bila sebelumnya laptop harga terjangkau lebih sering dianggap cukup untuk kerja dasar, kini beberapa model justru sudah masuk kategori yang siap dipakai untuk kebutuhan kerja yang lebih berat.
Perbedaan tiap perangkat juga cukup jelas. Ada yang mengutamakan bobot ringan, ada yang fokus pada grafis, dan ada pula yang menambahkan fitur seperti layar sentuh atau dukungan upgrade yang lebih fleksibel.
Pilihan Ryzen 7 yang menonjol di kisaran 7 jutaan
Axioo Hype 7 AMD X7-2 menjadi salah satu opsi paling ramah di kantong. Laptop ini memakai Ryzen 7 5825U, mencatat skor Cinebench R23 di kisaran 8.900 poin, dan membawa Radeon Vega 8 yang masih memadai untuk game e-sports serta editing ringan.
Bobotnya 1,42 kg dengan layar 14 inci Full HD, sehingga masih nyaman dibawa untuk kebutuhan mobilitas harian. Selain itu, perangkat ini juga menyediakan slot RAM dan SSD tambahan yang memberi ruang upgrade lebih leluasa.
Infinix XBook B14 Ryzen 7 tampil sebagai pilihan yang ringan tetapi tetap bertenaga. Laptop ini menggunakan Ryzen 7 7735HS dengan iGPU Radeon 680M dan mencatat skor Cinebench R23 sekitar 10.900 poin.
Perangkat ini sudah dibekali RAM 16GB DDR5 dual channel, spesifikasi yang masih tergolong menarik di kelas harga tersebut. Bobotnya hanya 1,16 kg, layarnya memakai rasio 16:10, dan baterainya diklaim mampu bertahan hingga 8 jam.
Advan Pixelwar Touch muncul sebagai salah satu model paling agresif di kelas menengah terjangkau. Dengan harga sekitar 8–9 jutaan, laptop ini membawa Ryzen 7 8745HS dan Radeon 780M, kombinasi yang biasanya lebih sering ditemukan pada perangkat yang lebih mahal.
Skor Cinebench R23-nya mencapai 13.500 poin, sementara performa gaming disebut solid. Cyberpunk 2077 diklaim bisa berjalan di kisaran 50 FPS, sedangkan GTA V dan Forza Horizon 5 disebut mampu menembus lebih dari 60 FPS.
Fitur tambahan mulai mendekati laptop kelas lebih mahal
Advan Pixelwar Touch juga punya pembeda lain di luar performa. Laptop ini membawa layar touchscreen 15,6 inci, fitur yang masih jarang muncul pada harga serupa, serta baterai yang diklaim bisa bertahan hingga 10 jam untuk penggunaan ringan.
ASUS TUF A15 masuk sebagai opsi yang paling masuk akal bagi pengguna yang memprioritaskan gaming. Model ini menjadi satu-satunya yang membawa GPU dedicated RTX 3050, dipadukan dengan Ryzen 7 7445HS.
Kombinasi tersebut membuat performanya lebih kuat untuk game berat dan rendering. Skor grafisnya di 3DMark Fire Strike disebut tembus 13.000 poin, sementara layar 144Hz memberi keuntungan bagi permainan kompetitif.
Acer Aspire Lite 15 tampil sebagai model dengan performa paling tinggi dalam daftar ini. Laptop tersebut memakai Ryzen 7 8840HS dan Radeon 780M, lalu mencatat skor Cinebench R23 hingga 13.800 poin.
Perangkat ini juga dibekali RAM 16GB DDR5, SSD 512GB, bobot 1,7 kg, dan baterai yang diklaim mampu bertahan hingga 10 jam. Opsi upgrade yang masih tersedia membuatnya lebih menarik untuk penggunaan jangka panjang.
Lima model, lima karakter penggunaan berbeda
Daftar ini memperlihatkan bahwa Ryzen 7 di harga sekitar Rp7 jutaan sudah semakin mudah ditemukan. Axioo Hype 7 cocok untuk pengguna dengan anggaran minim, Infinix XBook B14 unggul di mobilitas, Advan Pixelwar Touch menawarkan performa paling agresif, ASUS TUF A15 menyasar gamer, dan Acer Aspire Lite 15 menjadi pilihan yang paling seimbang untuk kerja serius maupun kebutuhan harian.
Source: yoursay.suara.com




