Rusia dan ASEAN Makin Serius, AI, Energi, dan Logistik Jadi Taruhan Utama

Hubungan Rusia dan negara-negara ASEAN kini bergerak ke arah yang lebih praktis, bukan sekadar diplomasi. Di Kazan, Republik Tatarstan, kedua pihak membahas perluasan kerja sama di sektor yang langsung menyentuh ekonomi dan teknologi.

Forum Bisnis Rusia-ASEAN yang digelar sebagai bagian dari peringatan 35 tahun hubungan kedua pihak menjadi panggung utama pembahasan itu. Tema “Rusia-ASEAN: Kemitraan Tanpa Batas” menegaskan bahwa ruang kolaborasi yang dibicarakan semakin luas dan semakin konkret.

AI, energi, dan logistik masuk prioritas

Topik yang mengemuka mencakup teknologi informasi, kecerdasan buatan, perdagangan internasional, ketahanan pangan, transportasi, dan logistik. Sektor-sektor ini dianggap punya potensi besar untuk dikembangkan bersama karena menyentuh kebutuhan ekonomi yang paling nyata.

Anton Kobyakov, Penasihat Presiden Federasi Rusia sekaligus Sekretaris Eksekutif Komite Penyelenggara KTT Rusia-ASEAN, menegaskan Rusia terus memperkuat hubungan dengan ASEAN. Ia menyebut kawasan itu sebagai salah satu ekonomi yang tumbuh paling dinamis di Asia-Pasifik dan menjadi mitra penting bagi Rusia.

Menurut Kobyakov, kerja sama yang dibahas tidak berhenti pada perdagangan dan investasi. Transformasi digital, energi, dan pertukaran budaya juga masuk dalam ruang kolaborasi yang terus diperluas.

Agenda kerja sama yang lebih konkret

Rangkaian KTT Rusia-ASEAN di Kazan juga menyiapkan empat dokumen yang diharapkan akan diadopsi. Di antaranya Deklarasi Kazan dan Rencana Aksi Komprehensif untuk Mengimplementasikan Kemitraan Strategis Rusia-ASEAN untuk 2026-2030.

Dua dokumen lain adalah pernyataan bersama mengenai energi dan kebudayaan. Rencana aksi itu akan memuat langkah praktis untuk memperluas kerja sama di bidang politik dan keamanan, perdagangan dan investasi, energi, transportasi, pertanian, ekonomi digital, sains, dan teknologi.

EAEU dan ASEAN ikut didorong lebih dekat

Pembahasan di forum bisnis juga menyinggung kerja sama antara Uni Ekonomi Eurasia atau EAEU dan ASEAN. Bidang yang menjadi sorotan meliputi energi, infrastruktur, dan kerja sama industri.

Fokus itu menunjukkan bahwa hubungan lintas kawasan tidak lagi hanya dilihat dari sisi pertemuan diplomatik. Ada dorongan untuk membangun proyek dan mekanisme yang bisa langsung mendukung pertumbuhan bersama.

Pejabat dan pelaku usaha duduk di meja yang sama

Forum di Kazan dihadiri sejumlah tokoh penting dari kawasan, termasuk Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, Menteri Perdagangan Kamboja Cham Nimul, Wakil Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Vladimir Ilyichev, dan Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Filipina Allan B. Gepti.

Hadir pula Presiden Kamar Dagang dan Industri Nasional Laos Oudet Souvannavong, CEO LinkAja Yogi Rizkian Bahar, Ketua EXIM Bank Malaysia Dato’ Charon Wardini Mokhzani, serta Anggota Dewan Komisi Ekonomi Eurasia Daniyar Imanaliev. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa kerja sama Rusia-ASEAN kini bergerak makin dekat ke level proyek dan implementasi nyata.

Source: www.medcom.id

Terkait