Kundur Kembali ke Brno, Nisan Melayang Jadi Penutup Paling Sunyi

Brno akhirnya menjadi tempat peristirahatan terakhir Milan Kundera dan istrinya, Vera, setelah perjalanan panjang yang dipenuhi pengasingan politik, perpindahan, dan kehidupan di Paris. Abu keduanya dimakamkan di pemakaman sentral Brno dalam prosesi tertutup yang hanya dihadiri keluarga, sahabat, staf Kedutaan Prancis, dan perwakilan kota.

Pengembalian itu terasa seperti penutup yang sangat tenang bagi seorang novelis yang sepanjang hidupnya kerap menolak kemegahan. Kota Brno sendiri memberi penghormatan kepada Kundera sebagai warga kehormatan, sementara abu pasangan itu dibawa ke sana oleh penerbit Prancis Antoine Gallimard pada Januari 2025.

Nisan putih yang tampak melayang

Di atas makam pasangan itu kini berdiri batu nisan putih yang dirancang agar terlihat seperti melayang di udara. Desain tersebut lahir dari sayembara arsitektur 2025 yang menilai 39 rancangan, lalu dimenangkan oleh arsitek Austria Johannes Paar.

Pemerintah kota menyebut rancangan itu selaras dengan keinginan Kundera untuk memiliki makam yang sederhana dan tidak berlebihan. Kesan itu juga dianggap cocok dengan gaya sastranya yang ringkas, kuat, dan kerap menyisakan ruang bagi pembaca untuk merenung.

Jejak panjang dari pengasingan ke tanah kelahiran

Kundera wafat di apartemennya di Paris pada Juli 2023 dalam usia 94 tahun. Vera menyimpan abu sang novelis di rumah hingga ia sendiri meninggal pada September 2024, sebelum akhirnya keduanya dibawa pulang ke Brno.

Nama Kundera melekat pada karya-karya seperti The Joke dan The Unbearable Lightness of Being. Novel-novel itu dikenal menyoroti kondisi manusia dengan nada gelap, provokatif, dan satir yang lahir dari pengalaman hidupnya sebagai pembangkang.

Ia meninggalkan Cekoslowakia yang saat itu diperintah rezim komunis pada 1975 bersama Vera, lalu menjadi warga negara Prancis pada 1981 setelah kewarganegaraan Cekoslowakia dicabut. Meski berkali-kali disebut sebagai calon kuat Nobel Sastra, penghargaan itu tidak pernah jatuh ke tangannya.

Kepulangan abunya ke Brno menutup satu bab penting dari perjalanan seorang penulis yang lama hidup jauh dari tanah kelahirannya. Di kota tempat ia lahir, Kundera kini beristirahat dengan tanda makam yang sengaja dibuat sederhana, nyaris seolah tak ingin menuntut perhatian lebih dari karya-karyanya sendiri.

Terkait