Zapatero Jadi Tersangka Korupsi, Skandal Plus Ultra Guncang Politik Spanyol

Jose Luis Rodriguez Zapatero, mantan Perdana Menteri Spanyol, kini berstatus tersangka dalam penyelidikan dugaan korupsi yang ditangani Pengadilan Nasional Spanyol. Ini menjadi perhatian besar karena kasus tersebut disebut sebagai yang pertama dalam era demokrasi Spanyol yang menyeret mantan kepala pemerintahan ke pengadilan sebagai tersangka perkara korupsi.

Fokus pemeriksaan berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan pengaruh dalam proses penyelamatan maskapai Plus Ultra. Dana talangan pemerintah senilai 53 juta euro, atau sekitar Rp 1 triliun, yang diberikan saat pandemi COVID-19 menjadi salah satu titik utama penyelidikan.

Pemeriksaan yang berlangsung lebih dari tiga jam

Zapatero datang sebagai saksi, lalu diperiksa dalam status tersangka. Setelah memberi keterangan selama lebih dari tiga jam, jaksa antikorupsi meminta langkah pengawasan tambahan selama proses penyelidikan berlangsung.

Menurut laporan El Pais, jaksa mengusulkan penyitaan paspor dan kewajiban lapor ke otoritas peradilan setiap dua pekan. Media Spanyol juga menyebut hakim sebelumnya telah menetapkan Zapatero sebagai tersangka atas dugaan perdagangan pengaruh dan pencucian uang.

Penyelidikan berkembang setelah penyidik menggeledah kantornya pada Mei lalu. Dari penggeledahan itu, penyidik dilaporkan menemukan sejumlah perhiasan mewah di dalam brankas.

Bantahan Zapatero dan perluasan penyelidikan

Zapatero membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Berdasarkan sumber hukum yang dikutip media Spanyol, ia menolak tuduhan bahwa dirinya memengaruhi keputusan pemberian dana talangan atau memerintahkan pendirian perusahaan di Dubai untuk menerima komisi dari proses penyelamatan Plus Ultra.

Dalam pernyataannya di gedung pengadilan, Zapatero mengatakan bahwa ia sengaja memilih diam sejak ditetapkan sebagai tersangka hampir sebulan lalu sebagai bentuk penghormatan terhadap proses hukum. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki perusahaan di luar Spanyol.

“Saya dituduh melakukan kejahatan yang sangat serius, padahal saya tidak melakukannya. Saya selalu bertindak dengan baik dan jujur,” kata Zapatero, dikutip dari Anadolu Agency.

Ia menambahkan bahwa dirinya sudah secara sukarela memberi izin kepada pengadilan untuk memeriksa apakah ia memiliki perusahaan, produk keuangan, atau aset lain di luar Spanyol. Zapatero juga menyebut tuduhan itu menyakitkan karena dapat membuat orang lain kecewa jika mempercayainya.

Efek politik dari kasus yang belum selesai

Kasus ini kini meluas melampaui urusan dana publik untuk Plus Ultra. Penyidik juga menelusuri dugaan pelanggaran pajak dan penyelundupan yang muncul setelah penggeledahan kantor Zapatero.

Di ranah politik, Partai Rakyat memanfaatkan kasus ini bersama penyelidikan lain yang melibatkan tokoh-tokoh dekat Partai Sosialis untuk mendesak Perdana Menteri Pedro Sanchez menggelar pemilu lebih awal. Sanchez menanggapi dengan menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah dan meminta semua pihak menghormati proses hukum yang masih berjalan.

Kasus Zapatero menjadi sorotan karena menyentuh penggunaan dana negara, dugaan penyalahgunaan pengaruh, dan reputasi politik seorang mantan perdana menteri Spanyol. Hingga kini, penyelidikan masih berjalan dan belum menutup kemungkinan berkembang ke arah lain.

Source: www.viva.co.id

Terkait