Rupiah Masih Tertahan di Rp18.000, Geopolitik Timur Tengah Belum Lepas dari Tekanan

Rupiah masih sulit lepas dari tekanan dan bertahan di kisaran Rp18.000 per dolar AS pada awal perdagangan Kamis, 16 Juli 2026. Pelemahan tipis ini menunjukkan pasar masih berhati-hati terhadap kombinasi sentimen global dan ketidakpastian geopolitik.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp18.071 per dolar AS. Posisi itu melemah 3 poin atau 0,02 persen dari penutupan sebelumnya di Rp18.068 per dolar AS.

Geopolitik Timur Tengah menahan ruang penguatan

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tensi perang Iran dengan AS masih menjadi faktor utama yang membatasi penguatan rupiah. Menurut dia, selama situasi geopolitik di Timur Tengah belum mereda, ruang penguatan mata uang domestik akan tetap terbatas.

Di saat yang sama, dolar AS juga belum menunjukkan kekuatan penuh. Pasar merespons data inflasi produsen AS yang lebih lemah dari perkiraan, tetapi efeknya belum cukup besar untuk mengangkat rupiah keluar dari tekanan.

Pergerakan mata uang Asia tampil beragam

Di kawasan Asia, arah pergerakan mata uang terpantau tidak seragam. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam, sementara dolar Taiwan mencatat penguatan paling besar.

Mata UangPergerakanKeterangan
Won Korea Selatan-0,14%Pelemahan terdalam di Asia
Yuan China-0,03%Ikut tertekan
Baht Thailand-0,03%Ikut tertekan
Dolar Hong Kong-0,006%Turun tipis
Dolar Taiwan+0,18%Penguatan terbesar di Asia
Ringgit Malaysia+0,13%Menguat
Peso Filipina+0,07%Menguat
Yen Jepang+0,05%Menguat tipis terhadap the greenback

Di antara mata uang yang menguat, ringgit Malaysia dan peso Filipina ikut terangkat, sedangkan yen Jepang naik tipis 0,05 persen terhadap the greenback. Kondisi ini menegaskan bahwa pasar mata uang regional masih bergerak selektif di tengah perubahan sentimen eksternal.

Dengan latar seperti itu, rupiah masih diperkirakan bergerak dalam rentang yang sempit. Selama tensi geopolitik belum mereda dan arah dolar AS belum benar-benar pulih, tekanan terhadap rupiah berpotensi tetap bertahan.

Source: www.suara.com
Terkait