Ruben Onsu mengaku terpukul ketika masalah pribadinya ikut dibawa ke hadapan anak sendiri. Ia menyebut ada hinaan yang bukan hanya dilontarkan di belakang, tetapi juga pernah diucapkan di depan putrinya, Thalia.
Pengakuan itu muncul di tengah konflik yang masih berjalan setelah perceraiannya dengan Sarwendah. Ruben juga menyinggung keterlibatan Giorgio Antonio yang menurutnya ikut membuat suasana semakin panas melalui percakapan dan siaran langsung.
Harga Diri sebagai Ayah yang Disinggung di Depan Anak
Ruben mengatakan dirinya syok karena urusan yang seharusnya bersifat pribadi justru masuk ke ruang yang melibatkan anak. Ia menilai seharusnya penilaian buruk terhadap dirinya tidak diucapkan di depan Thalia.
“Kalau elo tanya gue, gue syok. Ini di publik, di belakang itu dia sering, bahkan di depan anak gue pernah. Jadi gue cuman aduh, harusnya sudah biar itu jadi pribadi saja kalau elo menganggap gue seperti itu, tetapi kenapa elo lakukan itu?” ujar Ruben.
Ia menambahkan bahwa kejadian tersebut membuatnya hanya bisa menahan kecewa. Ruben juga menyebut peristiwa serupa pernah terjadi di depan Thalia dan ia tidak bisa berbuat banyak saat itu.
Sindiran Soal Nafkah yang Dibalas Kasar
Dalam penuturannya, Ruben menanggapi makian yang diarahkan kepadanya dengan sindiran balik soal nafkah. Ia menyinggung bahwa ada pihak yang menghina dirinya, tetapi tetap menerima manfaat finansial darinya.
“Gue enggak tahu harga diri gue di depan anak gue kayak apa. Sudah, elo mau ngata-ngatain gue cong (bencong), elo ngatain gue ini, tetapi intinya elo makan duit (dari) bencong,” cetus Ruben.
Pernyataan itu menegaskan bahwa konflik yang dihadapinya bukan lagi sekadar perbedaan pandangan pribadi. Ruben merasa serangan verbal yang diterimanya tidak sejalan dengan fakta bahwa ia tetap memberi dukungan secara finansial.
| Isu yang Disorot | Penjelasan dari Ruben | Dampak yang Ia Rasakan |
|---|---|---|
| Hinaan di depan anak | Ejekan pernah dilontarkan di hadapan Thalia | Harga diri sebagai ayah merasa dijatuhkan |
| Sindiran soal nafkah | Ia menyebut pihak yang menghina tetap menerima uang darinya | Ruben merasa diperlakukan tidak adil |
| Keterlibatan Giorgio Antonio | Disebut ikut memancing percakapan dan suasana live | Konflik dinilai makin panas di ruang publik |
Konflik yang Melebar di Ruang Publik
Ruben menilai ada pihak yang sengaja memanfaatkan situasi keluarga mereka untuk menarik perhatian saat live. Menurutnya, percakapan dalam video langsung kerap dipancing agar jumlah penonton meningkat.
Ia menganggap langkah seperti itu justru memperkeruh suasana, bukan meredakannya. Ruben berharap lingkungan mantan istrinya tidak memancing pembicaraan demi konten dan seharusnya menahan diri agar konflik tidak melebar.
“Harusnya sekeliling dia tidak boleh memancing, bukan dipanasin demi sebuah jumlah penonton. Tetapi redam, cari pembicaraan lain,” kata Ruben. Ia juga menyindir sikap pihak tersebut yang menurutnya terlalu merasa dirinya “gentle”.
Meluruskan Narasi soal Perceraian
Dalam kesempatan yang sama, Ruben meluruskan anggapan publik yang menempatkannya sebagai pihak yang menceraikan Sarwendah. Ia menegaskan bahwa perpisahan mereka merupakan keputusan bersama yang sudah melalui banyak tahapan.
Ruben mengaku sempat heran ketika setelah ada kesepakatan, muncul kabar bahwa Sarwendah berkonsultasi ke pengadilan agama. Dari situ, ia merasa narasi yang berkembang di publik perlahan bergeser dan membuat posisinya tampak sebagai pihak yang paling salah.
Ia menolak dianggap sebagai satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas perceraian itu. Ruben menyebut situasi yang berlarut-larut justru membuatnya semakin tersakiti karena pihak lain seolah terus mengambil posisi sebagai korban.
Harapan untuk Tetap Dekat dengan Anak
Di bagian akhir pernyataannya, Ruben menegaskan bahwa ia tetap ingin bersikap sportif demi kondisi mental anak-anak. Ia berharap tidak ada penghalang yang membuatnya sulit bertemu dengan darah dagingnya sendiri.
“Gue ingin bilang kan gue ini ayah untuk anak gue, jangan ditutup. Kalau elo sportif ke gue, asyik ke gue, nanti gue yang minta anak gue ikut mereka, kita bisa jadi keluarga yang fun,” ujarnya.
Namun Ruben mengakui semua niat baik itu terasa berat ketika akses untuk bertemu anak-anaknya justru terasa terhalang. Ia menutup penjelasannya dengan nada pilu, menegaskan bahwa sebagai ayah, ia tidak bisa banyak berbuat saat kedekatannya dengan anak ikut dipersulit.
