Karakter sebuah ruangan tidak selalu ditentukan oleh furnitur mahal atau warna yang mencolok. Cara memadukan material justru bisa menjadi pembeda utama antara ruang yang terasa datar dan ruang yang punya identitas kuat.
Di tengah tren desain interior yang makin beragam, pemilihan material kini dituntut tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga efisien dan selaras dengan konteks bangunan. Pendekatan yang mindful sejak awal menjadi penting agar hasil akhir tetap rapi dan tidak banyak menyisakan bahan terbuang.
Warna dan material harus saling menguatkan
Vinsensius Ardinan, Architect dari Helen Agustine Studio, menekankan bahwa warna dan material tidak bisa dipisahkan saat membangun suasana ruang. Warna senada bisa membuat ruangan terasa lebih luas, sementara warna kontras tetap dapat dipakai untuk menghadirkan aksen yang lebih menonjol.
Namun, pemilihan warna sebaiknya tidak dibuat saling bertabrakan. Vincent menyebut kombinasi yang berdekatan, seperti oren dengan kuning atau oren dengan merah, lebih aman karena hasilnya terasa rapi dan selaras.
| Pendekatan | Efek pada Ruangan | Catatan |
|---|---|---|
| Warna senada | Ruangan terasa lebih luas | Cocok untuk kesan yang lebih tenang |
| Warna kontras | Memberi aksen yang pop | Lebih aman jika dipakai sebagai elemen pendukung |
| Warna berdekatan | Kombinasi lebih selaras | Mengurangi kesan berantakan |
Prismatic Journey jadi contoh penerapan yang menarik
Salah satu pendekatan yang disorot lewat instalasi imersif “Prismatic Journey” memperlihatkan bagaimana material dan warna bisa bekerja bersama dalam satu pengalaman ruang. Proyek kolaborasi Helen Agustine Studio dengan TACO di IndoBuildTech 2026 itu dirancang sebagai perjalanan dari suasana monokromatis menuju atmosfer yang lebih dinamis dan ekspresif.
Konsepnya terinspirasi dari prisma yang mengubah satu sumber cahaya menjadi spektrum warna yang kaya. Ide itu diterjemahkan ke dalam perpaduan warna, tekstur, dan material agar setiap area memiliki karakter berbeda namun tetap terhubung dalam satu cerita.
| Elemen | Peran dalam Instalasi | Efek |
|---|---|---|
| Warna | Mengarahkan perubahan suasana | Menguatkan transisi antarruang |
| Tekstur | Menambah lapisan visual | Membuat ruang terasa lebih hidup |
| Material | Menjaga kesinambungan desain | Setiap area tetap terhubung |
Keragaman material TACO disebut membantu transisi antarruang berjalan harmonis. Vincent menilai pendekatan itu memberi keleluasaan untuk menciptakan pengalaman berbeda di tiap area tanpa kehilangan kesinambungan desain.
Pada instalasi tersebut, perpaduan warna terakota juga memberi kesan hangat tanpa membuat ruangan tampak gelap atau kusam. Hasilnya menunjukkan bahwa pilihan material dan warna bisa mengubah suasana tanpa membuat desain terasa berat.
Kolaborasi yang membuka sudut pandang baru
Anastasia Tirtabudi, CMO TACO, mengatakan partisipasi TACO di IndoBuildTech 2026 mencerminkan semangat perusahaan untuk membuka cakrawala baru dan mendorong inspirasi di industri desain. Ia menilai inovasi tidak hanya hadir lewat pengembangan produk, tetapi juga lewat kolaborasi yang mampu menghadirkan ruang dialog.
Menurut Anastasia, “Prismatic Journey” mempertemukan desain, material, dan berbagai perspektif dalam satu petualangan desain yang menginspirasi. Karena itu, TACO terus memperluas portofolio solusi interior dan eksterior agar bisa menjawab kebutuhan industri yang berkembang.
Helen Agustine Studio dipilih karena pendekatan desainnya dinilai mampu menghadirkan narasi visual yang kuat dan dinamis. Kesamaan visi ini menjadi dasar untuk menciptakan instalasi yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga mendorong pengunjung melihat material dari sudut pandang yang berbeda.
Pada akhirnya, ruangan yang berkarakter kuat lahir dari keputusan desain yang tepat sejak awal, bukan dari penumpukan elemen yang saling bersaing. Ketika warna, tekstur, dan material disusun dengan selaras, ruang bisa terasa lebih hidup tanpa kehilangan kerapian.
