Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah soal hak asuh anak kembali mencuat karena satu hal yang paling membuat Ruben keberatan, yakni ketika keputusan penting justru diarahkan lagi kepada anak-anak. Ia menilai, beban seperti itu tidak semestinya dipindahkan ke Thalia dan Thania.
Dalam pernyataan yang dikutip dari kanal YouTube Nanda Persada, Ruben mempertanyakan logika ketika urusan orang tua seolah diserahkan kepada anak. Menurut dia, keputusan seperti itu seharusnya tetap berada di tangan orang dewasa yang bertanggung jawab penuh.
Ruben menolak alasan “tanya ke anak”
Ruben mengaku tidak nyaman jika pihak Sarwendah kembali melempar persoalan ke anak-anak dengan alasan menanyakan pendapat mereka. Ia menilai anak punya persepsinya sendiri, sehingga keputusan tetap tidak bisa dibebankan kepada mereka.
“Kalau dari ibunya dilempar lagi ke sini dengan alasan tanya ke anaknya, ya anak punya persepsinya sendiri. Sebenarnya siapa orang tua di sini?” ungkap Ruben seperti dikutip Beritasatu.com.
Ia juga menegaskan bahwa persoalan ini tidak sesederhana ada atau tidaknya larangan bertemu dengan anak. Bagi Ruben, inti masalah justru ada pada cara keputusan dinegosiasikan, bukan pada akses pertemuan semata.
Fokus Ruben hanya pada hak asuh
Di tengah proses yang masih berjalan, Ruben menyebut fokusnya hanya berkaitan dengan hak asuh kedua putrinya. Ia menegaskan tidak ingin membawa isu lain ke dalam perkara ini karena yang paling penting baginya adalah waktu bersama anak-anak.
“Intinya, gue cuma minta waktu buat anak. Gue hanya ikut andil ketika berbicara soal hak asuh anak,” tandas Ruben.
Ruben juga menyinggung bahwa ia tidak ingin persoalan lain ikut melebar, termasuk tudingan cemburu atas hubungan Sarwendah dengan Giorgio Antonio atau ancaman dari Jordi Onsu. Menurutnya, hak asuh adalah satu-satunya isu yang layak dibahas di tengah proses hukum yang masih berjalan.
Ia berharap setiap negosiasi yang melibatkan anak tetap disampaikan dengan cara yang baik. Ruben juga mengingatkan bahwa orang tua seharusnya tidak kalah argumen terhadap anak ketika menyangkut keputusan yang menjadi tanggung jawab orang dewasa.
Source: www.beritasatu.com






