Rob yang merendam Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, selama lebih dari sebulan membuat pemerintah bergerak cepat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dana Rp400 juta untuk membangun tanggul sementara agar air laut tidak terus masuk ke permukiman warga.
Langkah darurat ini diambil setelah kondisi di lapangan masih menunjukkan genangan rob di sejumlah titik. Saat meninjau lokasi bersama Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dan sejumlah pejabat terkait, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melihat air laut masuk hingga halaman dan rumah warga karena pasang tinggi serta rusaknya tanggul penahan di kawasan pesisir.
Prioritas Utama di Lapangan
Luthfi menilai kondisi di Tunggulsari tergolong serius karena dampaknya tidak berhenti pada genangan air. Rob juga mengganggu aktivitas harian, kondisi sosial, dan ekonomi masyarakat setempat.
Menurut dia, prioritas paling mendesak adalah menghentikan air rob masuk ke rumah warga. Karena itu, dana Rp400 juta akan diarahkan untuk pekerjaan jangka pendek pada titik-titik kritis yang selama ini menjadi jalur masuk air laut.
Dampaknya Sudah Dirasakan Warga
Seorang warga terdampak, Jumi’ah, mengatakan rob di desanya sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Air yang masuk ke rumahnya disebut mencapai sekitar setengah meter.
Situasi itu memaksanya memindahkan dagangan ke tempat yang lebih tinggi agar tetap bisa berjualan. Kondisi ini menunjukkan rob tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga mengganggu sumber penghasilan warga.
Arah Penanganan Jangka Panjang
Selain langkah darurat, Pemprov Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Pati juga mulai menyiapkan penanganan jangka panjang. Salah satu opsi yang dibahas adalah pembangunan sistem tanggul laut terintegrasi.
Luthfi menyebut masih banyak pekerjaan yang perlu dibicarakan untuk penanganan menyeluruh. Setelah penanganan awal dijalankan, pemerintah berencana kembali merapatkan langkah-langkah komprehensif agar masalah rob di Tunggulsari tidak terus berulang.
