Ring Jantung Bukan Akhir, Dokter Ungkap Kenapa Sumbatan Bisa Kembali Lagi

Author: Cung Media

Pemasangan ring jantung memang membantu membuka pembuluh darah koroner yang menyempit atau tersumbat. Namun, tindakan itu tidak otomatis menghapus risiko, karena sumbatan bisa muncul lagi jika faktor penyebabnya tetap dibiarkan.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, Nancy Virginia, mengatakan penyumbatan ulang dapat terjadi di dalam ring yang sudah dipasang, di bagian lain pembuluh darah yang sama, atau pada pembuluh darah koroner yang berbeda. Artinya, masalahnya tidak selalu kembali di lokasi yang sama.

Sumbatan bisa muncul di tempat yang berbeda

Penjelasan ini menegaskan bahwa pemasangan ring hanya menangani bagian yang tersumbat saat itu. Penyakit jantung koroner tetap bisa berkembang bila akar masalahnya tidak dikendalikan setelah prosedur selesai.

Nancy juga menekankan bahwa hasil jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis. Faktor teknis saat pemasangan memang penting, tetapi kondisi kesehatan pasien setelah ring terpasang punya peran besar dalam mencegah sumbatan berulang.

Faktor risiko yang perlu dikendalikan

Risiko penyumbatan ulang meningkat ketika hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi tidak terkontrol. Kebiasaan merokok juga mempercepat kerusakan pembuluh darah dan dapat memicu terbentuknya sumbatan baru.

Menurut Nancy, sebaik apa pun teknik pemasangan dan semahal apa pun ring yang digunakan, faktor risiko yang tidak dikendalikan tetap bisa membuat sumbatan terbentuk kembali. Karena itu, pemasangan ring tidak boleh dipandang sebagai akhir dari penanganan penyakit jantung koroner.

Perubahan gaya hidup tetap dibutuhkan

Obat dan tindakan medis saja belum cukup untuk menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang. Pasien tetap perlu menjalani perubahan gaya hidup yang konsisten agar kadar kolesterol lebih terkendali dan risiko sumbatan tidak naik lagi.

Langkah dasar yang dianjurkan adalah memilih makanan dengan lebih bijak dan menerapkan pola makan sehat. Asupan harian sangat memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh, sehingga pola makan menjadi bagian penting dari pencegahan.

Olahraga, berat badan, dan kebiasaan harian

Aktivitas fisik rutin juga perlu dijaga dalam keseharian. Nancy merekomendasikan olahraga 30 menit per hari, dengan frekuensi lima hingga tujuh kali dalam seminggu.

Menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, menghindari penggunaan vape, serta membatasi konsumsi alkohol juga termasuk upaya penting untuk menjaga kesehatan jantung. Kebiasaan tersebut dapat membantu memperbaiki profil kolesterol secara keseluruhan dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Kontrol rutin dan pengobatan teratur

Bagi pasien berisiko tinggi yang sudah mendapat terapi dari dokter, kepatuhan terhadap pengobatan tidak boleh diabaikan. Jadwal kontrol rutin juga perlu dijalani agar perkembangan kondisi bisa dipantau dan penanganan dapat diberikan tepat waktu.

Nancy menyebut evaluasi kadar kolesterol umumnya bisa dilakukan setelah sekitar tiga bulan menjalani pola makan sehat dan kebiasaan hidup yang lebih baik secara konsisten. Dengan pemantauan yang baik, risiko penyumbatan ulang dapat ditekan lebih optimal setelah pemasangan ring jantung.

Source: lifestyle.bisnis.com
Terbaru