Ketika anak tiba-tiba tidak sadar, tidak bernapas, atau tidak merespons, waktu menjadi faktor paling krusial. Dalam situasi seperti ini, langkah pertama dari orang di sekitar korban sering kali menentukan peluang anak tetap hidup sebelum tenaga medis tiba.
Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI merangkum bantuan hidup dasar untuk kondisi darurat anak ke dalam metode 4P. Panduan ini ditujukan agar orang tua, guru, dan masyarakat awam lebih mudah mengenali tindakan awal yang harus dilakukan.
Empat langkah yang perlu diingat
Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak (ETIA) IDAI, dr Yogi Prawira, menegaskan bahwa bantuan hidup dasar penting dikuasai masyarakat. Ia menjelaskan, penolong pertama di lokasi kejadian sering kali bukan tenaga kesehatan.
Karena itu, IDAI menyederhanakan alur yang umum dipakai menjadi empat kata kunci: periksa, panggil, pijat, dan pasang. Penyederhanaan ini dibuat agar langkahnya lebih mudah diingat dibandingkan algoritma bantuan hidup dasar yang banyak menggunakan istilah bahasa Inggris.
1. Periksa
Tahap pertama adalah memeriksa kesadaran dan pernapasan anak. Cara sederhananya adalah memanggil nama anak, menepuk bahu, atau mengamati apakah ada gerakan napas.
2. Panggil
Jika anak tidak memberi respons, penolong harus segera memanggil bantuan medis. IDAI mengarahkan masyarakat untuk menghubungi layanan darurat 112 atau 119 secepat mungkin.
3. Pijat
Langkah berikutnya adalah melakukan pijat atau resusitasi jantung paru (RJP) sesuai usia anak. Pada bayi di bawah satu tahun, pijatan dilakukan dengan dua ibu jari di bagian tengah dada.
Untuk anak yang lebih besar, pijatan dapat dilakukan menggunakan satu atau dua tangan. RJP membantu menjaga aliran darah saat anak mengalami henti napas atau henti jantung.
4. Pasang
Tahap terakhir adalah memasang automated external defibrillator atau AED bila alat tersebut tersedia di lokasi kejadian. AED dirancang agar bisa digunakan masyarakat awam karena alat ini memberi petunjuk suara selama proses pertolongan.
Bisa diterapkan pada banyak kondisi gawat darurat
IDAI menilai metode 4P dapat digunakan pada berbagai kondisi yang membuat anak tidak sadar, tidak bernapas, dan tidak merespons. Kondisi itu mencakup tenggelam, tersedak, dan tersengat listrik.
dr Yogi menegaskan bahwa prinsip bantuan hidup dasar tetap sama, apa pun penyebabnya. Masyarakat diharapkan tidak ragu melakukan tindakan awal sambil menunggu bantuan profesional datang.
