Susu kedelai makin dilirik sebagai alternatif bagi orang yang alergi susu atau intoleran laktosa. Di antara banyak susu nabati, minuman ini menonjol karena profil gizinya relatif lengkap dan paling dekat dengan susu sapi rendah lemak.
Keunggulan itu membuat susu kedelai sering dianggap cocok untuk pola makan rendah lemak. Namun, manfaatnya tetap bergantung pada komposisi produk yang dibeli, terutama karena ada varian yang menambah gula dan kalori.
Nutrisi yang Membuatnya Menonjol
Susu kedelai umumnya mengandung kalsium, vitamin A, vitamin D, magnesium, dan antioksidan. Julieanna Hever, RDN, spesialis diet nabati di Los Angeles, juga menyebut minuman ini memiliki flavonoid dengan sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan kardioprotektif.
Jika diperkaya, susu kedelai juga dapat menawarkan asam lemak omega-3 esensial. Dalam satu gelas susu kedelai tanpa pemanis yang diperkaya kalsium, vitamin D, dan A, USDA mencatat ada 8,7 gram protein, 3 gram karbohidrat, dan 5 gram lemak.
| Kandungan | Jumlah per 1 gelas |
|---|---|
| Protein | 8,7 gram |
| Karbohidrat | 3 gram |
| Lemak | 5 gram |
| Zat besi | 1,3 mg |
| Kalsium | 246 mg |
| Kalium | 386 mg |
| Natrium | 83 mg |
| Vitamin A | 142 mcg |
| Vitamin D2 dan D3 | 1 mcg |
Kenapa Sering Disebut Paling Mirip Susu Sapi
Barbara Schmidt, RDN, menyebut susu kedelai yang diperkaya kalsium, vitamin A, dan D sebagai yang paling mirip secara nutrisi dengan susu sapi rendah lemak dibanding susu nabati lainnya. Minuman ini juga dikenal sebagai sumber protein yang baik, rendah lemak jenuh, serta seimbang dalam lemak dan karbohidrat.
Keunggulan lain datang dari komposisi asam amino. Susu kedelai memiliki kesembilan asam amino esensial, sehingga menjadi pengganti yang kuat bagi banyak orang yang menghindari produk susu hewani.
Lebih Unggul dari Susu Oat dalam Beberapa Aspek
Dibandingkan susu oat, susu kedelai tampil lebih tinggi dalam protein, lemak, kalori, zat besi, dan kalium. Mengutip Healthline, jumlah proteinnya bahkan dua kali lipat dari susu oat dalam takaran sama 240 ml tanpa pemanis.
Perbedaan itu membuat susu kedelai menarik bagi orang yang mencari minuman nabati dengan protein lebih tinggi. Meski begitu, pilihan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh karena tiap jenis susu nabati memiliki komposisi yang berbeda.
Batas Aman Konsumsi Harian
Konsumsi susu kedelai setiap hari dinilai aman selama porsinya moderat dan tidak ada alergi terhadap kedelai. Takaran yang disebut aman berada di kisaran satu hingga dua gelas atau kurang dari 500 ml.
Meski menyehatkan, konsumsi berlebihan tetap tidak disarankan. Membaca label tetap penting agar kandungan gula, kalori, dan nutrisi lain sesuai dengan tujuan konsumsi harian.
