Ricuh Suporter Tunda Derby Torino, Delapan Fans Juventus Ditangkap dan Laga Molor Sejam

Derby Torino melawan Juventus berubah menjadi malam yang penuh ketegangan sebelum sepak mula. Laga yang sangat dinanti itu tertunda satu jam setelah kericuhan suporter memanas di luar dan di sekitar Stadion Olimpico Grande Torino.

Penundaan terjadi bukan karena persoalan teknis, melainkan karena situasi keamanan yang memburuk di area stadion. Bahkan sebelum pertandingan dimulai, sebagian suporter sempat meninggalkan tribun sebagai bentuk boikot.

Insiden yang memicu kepanikan

Kericuhan berawal dari insiden yang menimpa seorang pria berusia 45 tahun dari kelompok ultras Viking. Ia mengalami cedera kepala serius dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Molinette untuk menjalani operasi bedah saraf.

Pihak rumah sakit belum mengumumkan prognosis kesehatannya. Kondisi itu membuat suasana di kalangan pendukung Juventus semakin tegang dan memicu dorongan agar pertandingan tidak dilanjutkan.

Di tengah situasi yang makin sulit dikendalikan, kepolisian menangkap delapan pendukung Juventus. Penangkapan itu terjadi saat massa dan aparat masih berupaya meredakan ketegangan di sekitar stadion.

Permintaan agar laga tidak dimainkan

Kabar tentang korban yang dirawat di rumah sakit cepat menyebar di antara suporter Juventus. Mereka kemudian meminta kapten tim Manuel Locatelli agar pertandingan melawan Torino tidak digelar.

Permintaan tersebut mencerminkan besarnya tekanan emosional yang muncul menjelang derby. Di tengah rivalitas panas kedua klub, perhatian suporter saat itu bergeser dari pertandingan ke keselamatan salah satu pendukung mereka.

Damien Comolli, CEO Juventus, lalu memberi penjelasan resmi melalui DAZN. Ia mengatakan ada pendukung klub yang berada di rumah sakit sehingga muncul permintaan agar laga tidak dimainkan.

Comolli juga menegaskan pertandingan tidak berada dalam status terancam batal. Ia menambahkan akan mengunjungi rumah sakit setelah laga untuk berbicara dengan suporter tersebut jika memungkinkan.

Laga dimulai setelah suasana mereda

Pertandingan semula dijadwalkan kick-off pada pukul 20.45 waktu setempat. Namun setelah pembahasan dengan berbagai pihak di stadion, laga baru bisa dimulai pukul 21.45.

Penundaan selama satu jam itu menjadi dampak langsung dari ketegangan yang terjadi sebelum sepak mula. Meski sempat memanas, pertandingan akhirnya tetap dilaksanakan setelah kondisi di stadion dinilai cukup terkendali.

Situasi ini memperlihatkan betapa cepat atmosfer derby bisa berubah ketika emosi suporter memuncak. Di tengah rivalitas Torino dan Juventus, fokus malam itu justru bergeser pada keamanan penonton dan penanganan insiden darurat di stadion.

Kericuhan di luar lapangan menambah daftar panjang duel panas yang tak hanya ditentukan oleh permainan di atas rumput hijau. Pada malam itu, drama terbesar terjadi bahkan sebelum wasit meniup peluit pertama.

Baca Juga

Back to top button