Chen/Liu Tak Terbongkar di Istora, Fajar/Fikri Tersingkir Lebih Cepat Dari Dugaan

Pertahanan Chen Bo Yang/Liu Yi benar-benar menjadi tembok yang tak tembus saat menghadapi Fajar Alfian/M Shohibul Fikri di Istora Gelora Bung Karno. Ganda putra Indonesia itu tersingkir lebih cepat di Polytron Indonesia Open setelah kalah dua gim langsung 13-21 dan 14-21 pada babak pertama.

Sejak awal laga, Chen/Liu langsung mengambil kendali tempo dan memaksa Fajar/Fikri bermain dalam tekanan. Situasi itu membuat pasangan Indonesia kesulitan menemukan ritme dan berulang kali gagal membongkar pertahanan rapat lawan.

Chen/Liu langsung mematikan pola serangan

Fajar mengakui pasangan China tampil sangat siap dan punya sistem bertahan yang kuat. Ia menilai setiap serangan yang dibangun justru tidak menghasilkan poin karena lawan cepat merespons dan segera beralih dari bertahan ke menyerang.

Menurut Fajar, mereka memang berusaha menekan dan mencari poin cepat. Namun, terlalu banyak kesalahan sendiri membuat upaya itu tidak berjalan efektif.

Di sisi lain, Chen/Liu tampak nyaman mengontrol jalannya pertandingan. Mereka juga tidak memberi banyak ruang bagi Fajar/Fikri untuk mengembangkan variasi serangan.

Perubahan pola permainan tak cukup membantu

Memasuki gim kedua, Fajar/Fikri mencoba mengubah pendekatan permainan. Arahan dari tim pelatih juga sudah mereka coba terapkan, tetapi solidnya permainan lawan membuat perubahan itu tidak memberi dampak besar.

Fikri mengatakan mereka terus mencari solusi sepanjang laga. Meski begitu, tekanan dari pasangan China tetap sulit diatasi, terutama saat Fajar/Fikri mencoba keluar dari tekanan.

Fajar juga menyebut tim pelatih sudah menyiapkan beberapa opsi strategi. Akan tetapi, gaya bermain mereka yang lebih mengandalkan serangan membuat transisi ke pola yang lebih sabar tidak berjalan maksimal.

Kemunduran setelah hasil positif di Singapore Open

Kekalahan ini menjadi kemunduran bagi Fajar/Fikri setelah sebelumnya tampil impresif dan menembus final Singapore Open. Performa positif itu tidak berlanjut ketika mereka kembali tampil di hadapan publik Istora Senayan.

Fajar menegaskan jadwal turnamen beruntun bukan alasan utama atas hasil tersebut. Ia menyebut turnamen beruntun memang sudah menjadi bagian dari pekerjaan mereka, sementara hal paling penting adalah menjaga kondisi.

Ia juga menilai pasangan China memang tampil jauh lebih baik pada pertandingan itu. Bahkan, Fajar menyebut duel tersebut sebagai salah satu penampilan terburuk mereka sejak mulai berpasangan.

Banyak kesalahan sendiri di momen penting

Fajar/Fikri mengakui pola permainan mereka tampaknya sudah dipelajari lawan. Saat mencoba mengantisipasi serangan Chen/Liu, mereka justru sering terburu-buru dalam mengambil keputusan.

Kondisi itu memunculkan banyak kesalahan sendiri di momen-momen penting. Akibatnya, permainan Fajar/Fikri tidak sempat berkembang dan lawan terus memegang kendali hingga akhir laga.

Hasil ini menegaskan betapa rapatnya pertahanan Chen/Liu pada laga pembuka di Istora. Bagi Fajar/Fikri, pertandingan tersebut menjadi pengingat bahwa tekanan lawan dan sedikit celah saja bisa langsung mengubah arah duel di level turnamen besar.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button