
Pasukan Israel Defense Forces (IDF) menggerebek fasilitas penyimpanan senjata Hezbollah di Lebanon selatan dalam operasi malam yang disebut berlangsung besar. Dalam rangkaian aksi itu, IDF juga menghancurkan fasilitas penyimpanan bahan peledak milik Hezbollah yang telah dipasangi jebakan.
Operasi tersebut menegaskan intensitas baru di wilayah perbatasan yang masih menjadi titik sensitif dalam konflik Israel-Hezbollah. Di saat yang sama, militer Israel juga melaporkan temuan dugaan upaya penyelundupan senjata di perbatasan timur.
Target malam di Lebanon selatan
IDF menyatakan para prajuritnya melakukan penggerebekan malam terhadap gudang senjata Hezbollah di Lebanon selatan. Militer Israel tidak membeberkan isi lengkap fasilitas yang disasar, tetapi menyebut ada lokasi penyimpanan bahan peledak yang sudah dipasangi jebakan.
Keterangan itu menunjukkan tingkat risiko yang dihadapi pasukan selama operasi darat. Kehadiran jebakan di fasilitas penyimpanan juga memperlihatkan bahwa target di lapangan tidak hanya berisi persenjataan, tetapi juga ancaman langsung terhadap pasukan yang masuk ke area tersebut.
Enam ton bahan peledak untuk menghancurkan target
Sepanjang operasi, IDF mengatakan telah menggunakan enam ton bahan peledak. Ledakan itu dipakai untuk menghancurkan lebih dari 20 lokasi yang disebut sebagai target teroris di area yang sama.
Skala penggunaan bahan peledak ini menunjukkan operasi yang terkoordinasi dan melibatkan beberapa sasaran sekaligus. Meski begitu, IDF tidak menjelaskan secara rinci satu per satu lokasi yang dihancurkan maupun isi masing-masing target.
Operasi darat dan tekanan di garis perbatasan
Langkah ini memperlihatkan bahwa operasi militer Israel di sekitar perbatasan Lebanon masih berjalan aktif. Fokus utamanya tampak berada pada jaringan fasilitas Hezbollah yang dianggap mendukung kemampuan tempur kelompok itu di wilayah selatan Lebanon.
Dengan menyasar gudang senjata dan fasilitas bahan peledak, IDF berupaya melemahkan infrastruktur yang bisa dipakai dalam konflik berkepanjangan. Operasi itu juga menunjukkan bahwa area perbatasan tetap menjadi ruang yang sangat rawan bagi kedua pihak.
Temuan lain di perbatasan timur
Dalam pernyataan bersama dengan Kepolisian Israel, IDF mengatakan pada Rabu bahwa para prajurit menemukan dugaan upaya penyelundupan senjata pada Selasa malam. Temuan itu terjadi saat pasukan berpatroli di sepanjang perbatasan timur.
IDF menyebut sebuah tas berisi sepuluh pistol dan amunisi ditemukan di lokasi patroli. Senjata-senjata itu kemudian diserahkan kepada polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Dua tekanan keamanan sekaligus
Temuan di perbatasan timur menambah daftar operasi keamanan yang dijalankan Israel di beberapa sektor pada waktu yang hampir bersamaan. Di satu sisi, militer fokus pada penargetan fasilitas Hezbollah di Lebanon selatan.
Di sisi lain, pasukan juga bergerak untuk mencegah dugaan penyelundupan senjata yang dapat memperbesar risiko keamanan di wilayah perbatasan. Kombinasi dua operasi itu memperlihatkan bahwa Israel sedang menjaga tekanan militer sekaligus menutup jalur suplai senjata yang dianggap mengancam.





