Riar Rizaldi menghadirkan tiga karya baru di Museum MACAN, Jakarta, lewat pameran Period Piece. Pameran ini tidak hanya membahas sinema dan teknologi, tetapi juga menyoroti kerja manusia, kolonialisme, dan pengetahuan lokal yang kerap tersisih dari cerita besar tentang kemajuan.
Lewat instalasi dan video, Riar mendorong pengunjung melihat teknologi sebagai bagian dari sejarah yang lebih rumit. Dalam pameran ini, ingatan pribadi, sains, dan infrastruktur ditempatkan dalam hubungan yang saling terkait, bukan sebagai unsur yang berdiri sendiri.
Lobi bioskop yang dibekukan oleh ingatan
Salah satu karya baru berjudul Bioskop Asymptotic (2026). Karya ini merekonstruksi lobi bioskop Indonesia era 1990-an, dengan inspirasi yang datang dari ingatan Riar terhadap Pasundan Theatre di Bandung.
Suasana instalasi dibuat hening dan terasa seperti ruang yang ditinggalkan waktu. Dari situ, Riar mengaitkan nostalgia dengan cara ruang publik pernah membentuk pengalaman menonton di Indonesia.
Pengetahuan lokal yang lebih tua dari sejarah resmi
Karya Fanfictie: Volcanology (2025) menyoroti Franz Wilhelm Junghuhn dan sejarah kegunungapian di Jawa. Namun, fokus terbesarnya justru ada pada pengetahuan masyarakat lokal yang telah lama memahami gunung berapi sebelum masuk ke tradisi ilmiah Eropa.
Pendekatan itu membuat karya ini bergerak lebih jauh dari sekadar tema sains. Riar menempatkan pengetahuan lokal sebagai bagian penting dari sejarah yang selama ini sering tidak memperoleh ruang dalam narasi resmi.
Sinema kolonial, rel kereta, dan kerja buruh
Dalam video Tropenkolder (2026), Riar menghubungkan sejarah sinema kolonial dengan jaringan perkeretaapian di Jawa pada awal abad ke-20. Dari sana, sorotan bergeser dari kemajuan teknologi ke kerja para buruh kereta api yang membangun sistem tersebut di bawah konteks kolonial.
Riar juga menekankan dinamika antara pembangunan teknologi sinema dan kereta api dengan kerja para kuli Jawa. Melalui karya ini, buruh tampil sebagai bagian penting dari sejarah teknologi yang kerap luput dari perhatian publik.
Pertanyaan yang dibawa pulang pengunjung
Tiga karya baru ini memperlihatkan perhatian Riar pada hubungan antara teknologi, kerja, dan pengetahuan. Ia mengajak publik bertanya ulang tentang siapa yang membangun teknologi, siapa yang menghasilkan pengetahuan, dan siapa yang selama ini berada di pinggir sejarah kemajuan.
Period Piece menjadi bagian dari program utama Museum MACAN bertajuk Where Are We in Time: A Season Across Shifting Landscapes yang berlangsung hingga Oktober 2026. Di ruang yang sama, museum juga menampilkan Menelan Cakrawala, Kenyalang Circus, Atlantis II, dan instalasi interaktif Beradu Padu hingga 4 Oktober 2026, serta pameran kolektif Menelan Cakrawala yang memamerkan karya Raden Saleh hingga I Nyoman Masriadi hingga 5 September 2026.
Source: lifestyle.bisnis.com






