Persebaya Surabaya datang ke Stadion Manahan dengan modal yang sedang mencuri perhatian: tiga clean sheet beruntun. Catatan itu membuat duel melawan Persis Solo di lanjutan Super League 2025/2026 terasa lebih berat bagi tuan rumah karena Green Force sedang menjaga pertahanan dalam kondisi sangat rapat.
Ancaman Persebaya tidak berhenti di rekor tanpa kebobolan. Tim asal Surabaya itu juga mencatat tiga kemenangan beruntun dengan 10 gol tanpa kebobolan, sehingga mereka tetap punya peluang untuk terus menempel papan atas klasemen sementara.
Pertahanan yang makin sulit ditembus
Dalam tiga laga terakhir, Persebaya belum sekali pun kebobolan. Situasi ini menunjukkan perubahan nyata dalam disiplin organisasi permainan mereka di lini belakang.
Koordinasi antarpemain bertahan berjalan lebih rapi dan membuat lawan sulit menemukan ruang di area pertahanan. Tekanan tidak hanya datang dari bek, tetapi juga dari pemain tengah dan lini depan yang aktif menutup jalur saat bola hilang.
Skema pressing kolektif itu membuat lawan kesulitan membangun serangan sejak dari area sendiri. Alur tekanan seperti ini menjadi salah satu alasan mengapa pertahanan Persebaya terlihat makin sulit ditembus.
Tavares soroti keseimbangan tim
Bernardo Tavares menilai keseimbangan permainan menjadi faktor utama di balik peningkatan performa timnya musim ini. Ia menyebut para pemain mulai memahami tugas masing-masing saat menyerang maupun bertahan.
“Kuncinya adalah mencetak gol lebih banyak daripada kebobolan. Sikap tim bagus dan kami berkembang dalam banyak hal,” ujar Bernardo Tavares.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Persebaya tidak hanya mengandalkan rapatnya lini belakang. Tim juga menjaga efektivitas di depan, sehingga hasil akhirnya terlihat dari rentetan kemenangan yang mereka raih.
Persis Solo harus cari celah
Bagi Persis Solo, menghadapi tim yang sedang menjaga clean sheet jelas bukan tugas mudah. Mereka harus menemukan cara untuk memecah organisasi permainan lawan yang sedang stabil di semua lini.
Manahan akan menjadi ujian penting bagi ketangguhan Persebaya, sekaligus peluang bagi Persis untuk menguji ketahanan tim tamu yang sedang berada dalam momentum kuat. Dengan 10 gol tanpa kebobolan dalam tiga kemenangan terakhir, Persebaya datang bukan sekadar membawa rasa percaya diri.
Mereka juga mengirim pesan bahwa pertahanan disiplin dan pressing kolektif bisa menjadi senjata utama untuk terus bersaing di papan atas. Persis kini dituntut lebih cermat saat membangun serangan dan lebih efisien ketika mendapat ruang di depan gawang.
