Rekaman yang dirilis B’Tselem memperlihatkan detik-detik saat mobil keluarga Palestina ditembaki, dan bayi berusia 7 bulan bernama Sam tewas dalam insiden itu. Video tersebut memicu sorotan baru terhadap cara tentara Israel menangani situasi di lapangan ketika warga sipil berada di lokasi kejadian.
Dalam video yang dipublikasikan pada Selasa (9/6/2026), sejumlah tentara tampak mengarahkan senjata ke arah pengemudi sambil memberi perintah. Tak lama kemudian, kamera beralih saat rentetan tembakan dilepaskan ke kendaraan tersebut.
Keluarga mengira suara tembakan hanya peringatan
Menurut keterangan yang disampaikan dalam laporan itu, keluarga Abu-Haikal sempat berhenti karena mengira suara tembakan yang terdengar di kejauhan hanyalah tembakan peringatan. Keputusan itu justru membuat mobil mereka menjadi sasaran langsung.
Seorang pria yang diidentifikasi B’Tselem sebagai Fahad Abu-Haikal terlihat mendekap tubuh putranya yang berlumuran darah sambil menekan luka tembak di kepala bayi tersebut. Istri Fahad, Dania, juga mengalami luka-luka dan tampak duduk di samping mobil sambil memegangi pipi.
Orang tua luka-luka, warga sekitar berupaya meminta bantuan
Korban bayi itu bernama Sam, sementara Fahad dan Dania sama-sama terluka dalam insiden tersebut. Dalam rekaman lanjutan, warga di sekitar terlihat berupaya memanggil bantuan darurat di tengah suasana kacau setelah penembakan.
Peristiwa ini menambah perhatian terhadap risiko yang dihadapi warga sipil Palestina di wilayah konflik. Kasus tersebut juga menjadi sorotan karena korban yang jatuh adalah anak kecil yang ikut berada di dalam mobil keluarga.
IDF membuka penyelidikan internal
Menanggapi beredarnya video dan laporan korban sipil, militer Israel menyatakan telah membuka penyelidikan internal pada Minggu. Hingga kini, alasan pembukaan tembakan oleh personel di lapangan masih diperiksa.
B’Tselem menyebut rekaman itu sebagai bukti penting untuk menuntut akuntabilitas atas tindakan yang merenggut nyawa bayi tersebut. Organisasi hak asasi manusia Israel itu menilai kasus ini harus diperlakukan serius karena menyangkut penggunaan senjata api terhadap warga sipil dalam situasi konflik.
Source: mediaindonesia.com






